Virus Corona di Surabaya
Peduli Anak di Tengah Pandemi Covid-19, IKA Stikosa AWS dan Komunitas Cokro Bagi-bagi Mainan
Aspek sosial terutama psikologis anak perlu mendapat perhatian lebih mengingat anak kini tak bisa bebas bermain seperti sebelum pandemi.
Penulis: Zainal Arif | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dampak pandemi Corona Virus Disease (Covid) 19 pada kesehatan ekonomi menjadi perhatian kebanyakan orang.
Padahal pada aspek sosial terutama psikologis anak perlu mendapat perhatian lebih mengingat anak kini tak bisa bebas bermain seperti sebelum pandemi.
Dalam hal ini, Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Alamamater Wartawan Surabaya (IKA Stikosa-AWS) bersama Komunitas Cokro Bergerak membuat program kegiatan Bagi-bagi Dolenan.
Koordinator Komunitas Cokro Bergerak, Indra Surya Purnama menjelaskan saat ini program telah digulirkan dengan mengumpulkan donasi berbagai mainan anak.
"Kegiatan bagi-bagi dolenan ini upaya kami mengumpulkan donasi mainan bekas layak pakai atau pun baru untuk dibagikan kepada warga kampung di sekitar Jalan Prapen dan Sidosermo Surabaya. Sudah mulai kami kumpulkan sejak tanggal 7 Mei dan akan didistribusikan 29 Mei 2020 nanti," kata Indra Surya Purnama, Jumat (15/5/2020).
Indra menerangkan, sampai saat ini donasi yang terkumpul merupakan berbagai jenis mainan anak dan sejumlah uang.
Pengumpulan donasi itu dilakukan di Warung Mbah Cokro.
Tak sedikit pula warga atau donatur yang mengirimkan berbagai mainan bekas layak pakai dan baru secara langsung.
"Kami didukung jaringan komunitas, alhamdulillah hingga saat ini lebih dari 150 paket mainan yang terkumpul. Kami perkirakan sampai penutupan nanti sedikitnya 300 paket bisa kami salurkan," ungkapnya.
Bagi-bagi Dolenan itu diharapkannya dapat mengurangi kebosanan anak-anak selama masa pandemi.
"Donasi mainan yang nanti dibagikan semoga menjadi trauma healing bagi anak-anak selama pandemi. Sisi psikis anak ini menjadi perhatian kami," katanya.
Ide pemberian donasi mainan itu muncul saat banyaknya bantuan dan donasi beberapa waktu terakhir ini terfokus pada sembako dan alat-alat kesehatan.
Indra pun mengajak masyarakat agar bersama-sama bergotong royong selama pandemi agar siapapun mampu melewatinya dengan kondisi sehat walafiat.
Sementara itu, Sekjen IKA Stikosa AWS, Muchammad Afrizal Akbar mengatakan, pandemi Covid 19 ini memiliki efek domino yang cukup luas.
Psikologis anak menjadi salah satu yang terdampak di saat banyak orang tua menjadi korban PHK perusahaan atau dirumahkan tanpa kejelasan gaji atau pun pesangon.
"Pekerja sektor informal atau pekerja harian ini paling terdampak. Mereka menjadi kelompok rentan yang saat ini banyak mengandalkan bantuan sembako pemerintah, swasta atau masyarakat yang mampu. Dengan kondisi perekonomian keluarga yang kurang stabil, kebutuhan untuk menjaga psikologis anak juga sulit terpenuhi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pengumpulan-donasi-berbagai-dolenan.jpg)