Minggu, 19 April 2026

PMII Gresik Kawal Kasus Siswi SMP yang Dihamili Pria 50 Tahun hingga Tolak Iming-iming Rp 1 Miliar 

PC PMII Gresik mendatangi Polres dan DPRD Gresik untuk mengawal kasus siswi SMP yang dihamili tetangga berusia 50 tahun dan diiming-iming Rp 1 miliar.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
surya.co.id/willy abraham
Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani menerima surat dari PC PMII Gresik terkait tekad PMII akan mengawal kasus siswi SMP yang dihamili pria 50 tahun dan diiming-iming Rp 1 miliar agar kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan, Kamis (14/5/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - PC PMII Gresik mendatangi Polres dan DPRD Gresik untuk mengawal kasus pencabulan anak di bawah umur yang kasusnya masih proses hingga kini.

PMII berharap terduga pelaku segera ditangkap dan anggota DPRD Gresik menerima sanksi dari badan kehormatan dewan.

Enam orang mendatangi Polres Gresik mereka menyerahkan surat langsung kepada Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo.

Namun, saat itu Kapolres  sedang video konferensi di Mapolres Gresik.

Ketua PC PMII Kabupaten Gresik, Faisal Ridho Abdillah mengaku terpanggil seusai membaca berita pencabulan kepada korban MD yang hingga saat ini tak kunjung menemui titik terang.

Langsung saja dia bersama rekannya mendatangi kantor DPRD Gresik. Menemui langsung Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani.

Menurutnya, sudah dua minggu ini belum ada kejelasan proses hukum kasus yang menimpa siswi SMP itu.

Ironisnya ada pihak dewan ikut campur kasus tersebut. Dengan menyelesaikan secara kekeluargaan melalui iming-iming uang hingga Rp 1 miliar.

"Kalau diselesaikan kekeluargaan, ini akan menjadi nikah paksa. Kami mendesak agar BK DPRD Gresik untuk memberikan sanksi kepada anggota dewan itu," kata dia saat pertemuan dengan Ketua DPRD Gresik, Kamis (14/5/2020).

Saat ini keluarga korban bersikukuh proses hukum jalan terus. Seperti ajakan damai dari anggota DPRD Gresik yang diketahui bernama Nur Hudi.

"Apa yang dikakukan Nur Hudi seperti membela si pelaku. Anggota dewan ini teman akrab si pelaku. Ini ada penyalahgunaan kekuasaan," ucap Faisal.

Dia bersama PC PMII Gresik yang menemui korban mengaku tidak habis pikir.

Gara-gara kasus yang berlarut-larut ini kondisi ibu korban (IS) jatuh sakit.

Sedangkan korban yang sedang mengandung anak dari terduga pelaku SG berusia 50 tahun juga sedang terpuruk.

"Dia nangis, tidak mau sekolah lagi. Padahal korban murid berprestasi. Pihak sekolah juga mengajak korban agar mau sekolah lagi setelah melahirkan," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved