Tata Cara Salat Taubat, Dikerjakan Agar Mendapat Lailatul Qadar, Lengkap Dengan Bacaan Doa
Salat Taubat adalah salah satu Salat Sunah yang bisa dikerjakan malam hari, dengan harapan bisa mendapat Lailatul Qadar
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Musahadah
SURYA.co.id - Simak tata cara salat taubat di artikel ini.
Salat Taubat adalah salah satu Salat Sunah yang bisa dikerjakan malam hari, dengan harapan bisa mendapat Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Seperti diketahui hari ini Kamis (14/5/2020) sudah masuk hari ke-21 atau 10 hari terakhir Ramadan.
Itu artinya umat Islam semakin dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan.
Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan disebut dalam Al Quran sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar adalah malam waktu turunnya Al Quran dari Lauful Mahfudz ke Baitul Izzah (langit) dunia.
Waktu istimewa tersebut dijelaskan Allah SWT sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Qadr ayat 1-5.
Meski begitu kapan waktu tepatnya malam lailatul qadar tidak pernah disebutkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW di dalam Al Quran atau hadis.
Hanya saja ada hadis Nabi yang memerintahkan umat Islam, untuk mencarinya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
"Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan." (HR. Imam Bukhari).
Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan amatlah disukai oleh Nabi Muhammad SAW.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya." (HR. Muslim dan Ahmad).
Juga Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari sahabat 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya "dahulu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam apabila telah masuk 10 terakhir beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam-malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Arti dari perkataan 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha bahwasannya beliau "mengencangkan ikat pinggangnya" yaitu beliau bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menjauhi istri-istrinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bacaan-doa-niat-puasa-ramadhan-1441-h2020-menurut-kitab-fikih-madzhab-syafii.jpg)