Jumat, 8 Mei 2026

Jumlah Peserta KB di Jatim Berkurang Saat Pandemi Covid-19

Terjadi penurunan angka penggunaan kontrasepsi selama pandemi Covid-19 di Jawa Timur. Dikhawatirkan hal ini bisa memicu ledakan kelahiran.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jatim ditemui di kantor BKKBN Jatim, Kamis (14/5/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Terjadi penurunan angka penggunaan kontrasepsi selama pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Sukaryo Teguh Santoso, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jatim memaparkan dari data BKKBN Jatim Pasangan Usia Subur (PUS) untuk bulan April 2020 berjumlah 7.849.073 orang.

Dan pada bulan Februari 2020 jumlah PUS yang drop out KB atau putus KB sebanyak 1,34 persen, kemudian pada bulan Maret meningkat menjadi 4,6 persen dan bulan April 7,07 persen.

“Ada indikasi kenaikan drop out KB disebabkan karena orang mau datang ke faskes khawatir terpapar covid-19 sehingga mereka tidak pergi dan berdiam diri di rumah, perlu adanya antisipasi agar drop out itu tidak meningkatkan kehamilan yang tidak diinginkan (unwanted pregnancy),” ujar Teguh ditemui di kantor BKKBN Jatim, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, drop out peserta KB paling tinggi di kabupaten Sampang sebesar 19,95 persen, diikuti dengan kota Mojokerto 17,36 persen, kabupaten Sumenep 16,31 persen.

Dan terendah di kota Malang sebesar 2,98 persen.

Sedangkan di Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya jumlah drop out peserta KB sebesar 6,58 persen, kabupaten Gresik 10,3 persen, dan kabupaten Sidoarjo sebesar 6,5 persen.

“Perlu diwaspadai di masa pandemi Covid 19, mulai dari penerapan kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Yaitu ada peningkatan angka kehamilan dan dikhawatirkan ada Baby Boom yakni kelahiran dalam jumlah besar, dan itu pernah terjadi pada tahun 1960 an,” ujarnya.

Iapun berpesan di masa pandemi ini, jangan sampai terjadi kehamilan tidak diinginkan. Pasalnya ibu yang hamil muda daya tahan tubuh lemah sehingga rentan terinfeksi.

"Kondisi itu bisa terserang virus Corona yang bisa mempengaruhi janin dalam kandungan, dan asupan gizi kurang bisa mendorong fenomena stunting,” tambahnya.

BKKBN berharap selama pandemi, selain negatif Covid-19 masyarakat juga akan negatif dalam kehamilan.

Sekretaris perwakilan BKKBN Jatim, Shodiqin menjelaskan bahwa BKKBN Jatim dalam situasi Covid-19 tetap bekerja seperti biasa. Termasuk memastikan pasokan alat KB dan pelayanan KB dapat dilakukan dengan baik.

“BKKBN Jatim tetap buka bekerja, tapi disesuaikan dengan peraturan. Yang hadir setiap hari yakni bapak kepala perwakilan (Kaper), satu kabid, satu staf, tenaga keamanan dan driver. BKKBN masih terus beroperasional, dan melakukan konsolidasi dengan kabupaten dan kota melalui virtual meeting,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved