Viral Daging Babi Mirip Daging Sapi Laku Keras Saat Ramadhan 1441 H, Ini Kronologi dan Faktanya
Baru-baru ini, viral daging babi mirip daging sapi yang sudah terjual sebanyak 63 ton dan laku keras di pasaran saat bulan Ramadhan 1441 H.
SURYA.co.id | SOLO - Baru-baru ini, viral daging babi mirip daging sapi yang sudah terjual sebanyak 63 ton dan laku keras di pasaran saat bulan Ramadhan 1441 H.
Daging babi mirip daging sapi itu dijual lebih murah. Produsen yang membuat daging babi mirip daging sapi membeli daging babi Rp 45.000.
Daging tersebut kemudian diolah dengan dicampuri boraks lalu dijual seharga Rp 60.000 ke pengecer di Kabupaten Bandung.
Sedangkan pengecer menjualnya ke konsumen antara Rp 75.000 hingga Rp 90.000.
Polres Bandung menangkap empat produsen daging babi mirip daging sapi pada Sabtu (9/5/2020).
Empat pelaku diamankan pihak kepolisian setelah terbukti menjual daging babi di pasaran semenjak satu tahun terakhir ini.
Pelaku diketahui menggunakan boraks untuk membuat daging babi terlihat menyerupai daging sapi.
Empat pelaku yang berhasil diamankan polisi terdiri dari dua pengepul, T (54) dan MP (46), serta pengecer AS (39), dan AR (38).
Berikut kronologi hingga fakta lengkap terbongkarnya praktik penjualan daging babi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dilansir dari Kompas.com dalam artikel "Fakta 4 Pedagang Jual Daging Sapi yang Ternyata Babi, Hampir Setahun, Dijual Bebas di Pasar Bandung"
1. Kronologi Terungkap
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan menceritakan kronologi terbongkarnya aksi pedagang nakal tersebut.
Penangkapan para pelaku berawal dari laporan masyarakat bahwa ada aktivitas penjualan daging babi hutan di sekitar Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
Pihaknya pun lantas menindak lanjuti laporan warga tersebut di tempat kejadian perkara (TKP)
Benar saja, polisi mendapati tersangka MP dan T yang merupakan pengepul daging babi hutan di sana.
"Namun dijual ke publik atau masyarakat sebagai daging sapi," kata Hendra.