Sabtu, 11 April 2026

Virus Corona di Malang

Jelang PSBB di Malang Raya, Kota Malang akan Belajar dari PSBB di Surabaya Raya

Kunci agar penerapan PSBB berhasil adalah kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak (physical distancing).

surya.co.id/sugiharto
Anggota Satpol PP Surabaya mendata pengendara yang masuk Kota Surabaya di pintu masuk kota dari Waru Sidoarjo, saat PSBB, Sabtu (2/5/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan belajar dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengizinkan PSBB di kawasan Malang Raya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di kawasan tersebut.

“Ada arahan yang disampaikan ibu Gubernur. Kami juga akan belajar bagaimana Surabaya, Sidoarjo dan Gresik yang menerapkan PSBB lebih dulu,” ucap Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, Senin (11/5/2020).

Menurut Sofyan, kunci agar penerapan PSBB berhasil adalah kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak (physical distancing).

Ia berharap, PSBB di Malang Raya cukup berjalan selama 14 hari dan tidak perlu diperpanjang.

“Kalau masyarakat menerapkan physical distancing secara baik, sebetulnya penyebaran virus corona ini dapat terkendali,” katanya.

Sofyan mengatakan Pemkot Malang akan mengatur sanksi kepada para pelanggar PSBB untuk memberikan efek jera. Meski, belum jelas bentuk sanksi yang dimaksud.

“Ada sanksinya karena ini berkaitan dengan keselamatan orang lain. Saat ini masih pembahasan,” ucapnya.

Sebagai informasi, tiga daerah di Malang Raya yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu sepakat mengajukan PSBB kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memutus penyebaran Covid-19.

Penerapan PSBB dipilih sebab Malang Raya mengoleksi nilai 10, berdasarkan penilaian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Kajian epidemiologi menunjukkan Malang Raya terdapat transmisi lokal yang ditandai bertambahnya pasien positif di beberapa kecamatan.

Kota Malang tercatat mengalami peningkatan pasien positif sejak April yakni total 24 orang dengan rincian 10 sembuh dan 14 dirawat.

Sementara jumlah PDP yang dirawat sebanyak 65 orang dan 14 orang meninggal. (Aminatus Sofya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved