Properti

Permintaan Properti Stagnan akibat Imbas Covid 19, Harga Turun 5-10 Persen 

Di tengah pandemi virus Corona atau Covid 19, agen penjualan properti mengakui harga properti mengalami penurunan.

surya.co.id/sri handi lestari
Kennard Nugraha, CEO Galaxy Property (pegang mix) didampingi Fenny Gunawan, founder Galaxy Property saat kegiatan sosial pembagian 4.000 paket sembako bersama Perhimpunan Marga Go, Galaxy Property dan GP Ansor Surabaya di kawasan Bulak Banteng, Sabtu (9/5/2020).    

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah pandemi virus Corona atau Covid 19, agen penjualan properti mengakui harga properti mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan permintaan yang stagnan.

Kennard Nugraha, CEO Galaxy Property mengatakan, mereka masih ada permintaan, tapi memang tidak seperti saat normal.

"Terutama untuk primary ya. Mengalami penurunan. Tapi untuk secondary, terutama sewa masih ada permintaan, dan harga memang cenderung turun," kata Kennard saat ditemui di sela kegiatan baksos 4.000 paket sembako bersama Perhimpunan Marga Go, Galaxy Property dan GP Anshor Surabaya, Sabtu (9/5/2020). 

Lebih lanjut Kennard menyebutkan, penurunan harga di kisaran 5-10 persen, dan untuk end user seharusnya ini adalah waktunya untuk membeli property. Namun karena sektor lain masih menunggu, seperti perbankan dan lainnya, yang memerlukan dana cash, tentunya membuat konsumen wait and see.

"Kondisi ini membuat kami akhirnya melakukan update training secara digital bersama para marketing kami. Diantaranya dengan update lagi tentang fotografi properti dan surat-surat terkait penjualan, yang sebelumnya belum maksimal dilakukan," jelas Kennard.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Perpajakan, DPD Real Estate Indonesia (REI) Jatim, Lilis Sugianto, mengakui bila saat ini kondisi pasar masih terdampak Covid 19.

"Share penjualan turun. Tapi memang masih ada yang transaksi dan realisasi," kata Lilis.

Diakuinya bila saat ini perbankan juga masih melihat profil konsumen end user apakah terdampak dengan pandemi ini.

"Kalau PNS, BUMN, dan TNI-Polri mungkin aman. Tapi swasta dan pengusaha ini yang lebih diawasi apakah terdampak atau tidak," jelas Lilis.

Lilis yang memiliki proyek pengembangan di Gunung Anyar, Surabaya ini mengaku pihaknya terus berinvestasi meski kondisi pandemi.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved