Virus Corona di Trenggalek

Warga Terdampak Pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek Terima Kartu Indonesia Sehat

Mereka adalah warga terdampak yang selama ini tinggal di dua desa tempat lokasi bendungan, yakni Desa Sumurup dan Desa Sengon.

surya.co.id/aflahul abidin
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin ketika menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga terdampak pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Rabu (29/4/2020). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK - Sebanyak 478 warga terdampak rencana pembangunan Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek menerima bantuan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Mereka adalah warga terdampak yang selama ini tinggal di dua desa tempat lokasi bendungan, yakni Desa Sumurup dan Desa Sengon.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memberikan KIS kepada 10 perwakilan warga.
Perwakilan ini dipilih untuk membatasi banyak orang berkerumun di tengah pandemi Corona.

Mas Ipin, sapaan akrabnya, mengatakan, pemberian KIS ke warga terdampak merupakan salah satu poin kesepakatan yang telah disusun sebelumnya.

"Hari ini saya hadir untuk memenuhi itu," kata Mas Ipin.

Dengan KIS itu, ia berharap akses ke layanan kesehatan bagi warga terdampak pembangunan bendungan bisa lebih maksimal.

Mereka bisa mendapat layanan kesehatan gratis dengan BPJS Kesehatan.

Mas Ipin menekankan, pembangunan Bendungan Bagong akan punya dampak signifikan terhadap sumber air baku dan penanggulangan masalah banjir di Trenggalek.

"Jadi kami ingin program strategis ini bisa berjalan dengan lancar," ungkap dia.

Pendistribusian KIS itu mendapat tanggapan positif dari warga penerima.

Suryono, warga Desa Sumurup, mengatakan, KIS akan membantu dia dan keluarga mengankses layanan kesehatan dengan lebih baik.

"Alhamdulillah sudah diberi (KIS) ini. Tentunya ini sangat membantu kami," sambungnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Trenggalek Ratna Sulistyowati mengatakan, jumlah penerima KIS merupakan hasil dari pemilahan.

"Pengajuannya dulu sebanyak 790 lebih. Namun setelah dipilah-pilah, ada yang sudah punya KIS PBI (Penerima Bantuan Iuran) maupun dari pemberi kerja. Sehingga totalnya tinggal 478 orang yang kami distribusikan mulai hari ini," ungkap Ratna.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved