Virus Corona di Blitar

Pemkot Blitar Serahkan Uang Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung

Pemkot Blitar memberikan uang bantuan kepada sejumlah warga yang terkena musibah angin puting beliung itu.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/samsul hadi
Plt Wali Kota Blitar, Santoso menyerahkan uang bantuan kepada korban angin puting beliung di Kantor Wali Kota Blitar, Senin (20/4/2020). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pemkot Blitar memberikan uang bantuan kepada sejumlah warga yang terdampak bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Plt Wali Kota Blitar, Santoso, kepada perwakilan warga di Kantor Wali Kota Blitar, Senin (20/4/2020).

Santoso mengatakan di saat pemerintah memikirkan pandemi virus Corona atau Covid-19, ada juga sebagian warga yang terkena musibah bencana angin puting beliung.

Pemkot Blitar tetap memikirkan sebagian warga yang terkena musibah angin puting beliung.

Menurutnya, ada 50 warga di tiga kecamatan di Kota Blitar yang terkena musibah angin puting beliung.

Pemkot Blitar memberikan uang bantuan kepada sejumlah warga yang terkena musibah angin puting beliung itu.

"Selain sedang menangani pandemi Covid-19, kami tetap memikirkan sebagian warga yang terkena musibah angin puting beliung beberapa waktu lalu. Hari ini kami memberikan uang bantuan kepada warga yang terkena musibah angin puting beliung," kata Santoso.

Dikatakannya, para warga yang terkena musibah bencana angin puting beliung mendapat uang bantuan Rp 1,5 juta per kepala keluarga.

Khusus warga yang rumahnya mengalami kerusakan lumayan berat mendapat uang bantuan Rp 2,5 juta per kepala keluarga.

"Saya berpesan ke warga jangan dilihat nilai bantuannya, tapi lihat kepedulian Pemkot Blitar. Kami tetap hadir untuk warga yang terkena musibah angin puting beliung di saat menangani pandemi Covid-19," ujar Santoso.

Untuk menghindari kerumunan, kata Santoso, penyerahan uang bantuan diberikan secara simbolis kepada perwakilan warga.
Selanjutnya, penyerahan uang bantuan akan dilakukan lewat masing-masing kecamatan.

"Tadi, hanya penyerahan secara simbolis kepada tiga perwakilan warga di masing-masing kecamatan. Selanjutnya, penyerahan akan dilakukan oleh kecamatan. Ini untuk menghindari kerumunan warga," katanya.

Seperti diketahui, peristiwa angin kencang di Kota Blitar pada Jumat (21/2/2020), membuat puluhan pohon tumbang dan merusak sejumlah rumah, warung, sekolah, fasilitas umum, kendaraan bermotor, dan jaringan listrik.

Bakesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kota Blitar mencatat nilai kerugian akibat peristiwa angin kencang mencapai Rp 800 juta.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved