Virus Corona di Jatim
Ketua DPRD Jatim Minta Kepala Daerah Memastikan Ada Tempat Observasi di Setiap Desa
Untuk mencegah Covid-19, Kusnadi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota menyiapkan ruang observasi untuk mengantisipasi adanya pemudik
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Eben Haezer Panca
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra
SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua DPRD Jatim, Kusnadi meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota menyiapkan ruang observasi untuk mengantisipasi adanya pemudik yang pulang saat Bulan Ramadan atau menjelang hari raya Idul Fitri.
Kusnadi mengungkapkan, tidak mungkin pemerintah menolak orang yang pulang kampung
"Apalagi dia pulang dari daerah episentrum yang di daerah tersebut dia sudah tidak bisa bekerja lagi dan ingin pulang ke wilayahnya masing-masing," ucap Kusnadi, Jumat (17/4/2020).
Kusnadi menyebutkan ada sejumlah kabupaten/kota yang kesiapan ruang observasi berbasis desa dan kelurahannya masih di bawah 20 persen, salah satunya Kota Surabaya.
"Yang belum 20 persen kota Surabaya misalnya, yang begitu banyak kelurahannya bahkan di kelurahan itu ada tempat-tempat belajar PAUD yang saat ini ditinggalkan. Jadikanlah tempat observasi," lanjut Kusnadi yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini.
Dengan melakukan observasi yang ditempatkan di setiap desa/kelurahan, menurut Kusnadi akan mempermudah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sedang diobservasi tersebut untuk bertemu keluarga.
"Dia tetap berada di lingkungan keluarganya sehingga ketika mereka kangen mereka bisa bertemu walaupun tidak secara langsung dengan jarak yang sudah ditentukan," ujar Kusnadi.
• Khofifah Minta Setiap Kelurahan Punya Ruang Observasi Untuk Karantina Pemudik
Berikut ini kabupaten/kota di Jawa Timur yang masih menyiapkan ruang observasi di bawah 20 persen.
1. Kota Surabaya: 27 kelurahan sudah menyiapkan, 127 belum (17,5 persen)
2. Kota Blitar: 3 sudah, 18 belum (14,3 persen)
3. Kab. Malang: 53 sudah, 337 belum (13,6 persen)
4. Kota Madiun: 3 sudah, 24 belum (11,1 persen)
5. Kab Probolinggo: 30 sudah, 300 belum (9,1 persen)
6. Kota Batu: 2 sudah, 22 belum (8,3 persen)
7. Kota Malang: 3 sudah, 54 belum (5,3 persen)
8. Kota Probolinggo: 1 sudah, 28 belum (3,4 persen)
9. Kota Kediri: 1 sudah, 45 belum (2,2 persen).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kusnadi-minta-ada-tempat-observasi-di-kelurahan.jpg)