Kamis, 23 April 2026

Virus Corona di Jatim

Khofifah Minta Setiap Kelurahan Punya Ruang Observasi Untuk Karantina Pemudik

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, Gubernur Khofifah mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki ruang observasi mandiri untuk pemudik

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Tempat isolasi dan observasi di Grogol bagi pemudik dan pendatang yang masuk Kabupaten Kediri, Jumat (17/4/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki ruang observasi mandiri dengan memanfaatkan gedung atau bangunan yang ada di masing-masing wilayah.

Ruang observasi di setiap desa atau kelurahan ini penting guna menjadi tempat karantina mandiri pemudik maupun warga masyarakat yang terdiagnosa positif covid-19 tanpa gejala klinis maupun ODP yang membutuhkan observasi atau isolasi mandiri.

Per malam ini, Jumat (17/4/2020), total ada sebanyak 6.343 desa/kelurahan di Jatim yang sudah menyediakan ruang observasi atau sebanyak 74,5 persen dari seluruh jumlah desa/kelurahan se Jawa Timur.

“Kita masih butuhkan keikutsertaan 25,5 persen desa dan kelurahan yang belum, yang kita harapkan setiap desa kelurahan bisa punya observasi. Ruang ini tidak hanya untuk menyedikan pemudik dari wilayah episentrum saja tapi juga ada Pekerja Migran dan juga ODP di wilayah tersebut bisa diobservasi di tempat ini,” kata Khofifah dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/4/2020).

Dia juga mengapresiasi kabupaten kota yang sudah seratus persen desa kelurahannya menyediakan ruang observasi. Misalnya kabupaten Banyuwangi

Begitu juga dengan Kabupaten Sumenep, yang memiliki 330 desa dan 4 kelurahan seluruhnya sudah disediakan ruang observasi. Hal serupa juga dilakukan oleh Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

“Untuk daerah yang penyediaan layanan ruang observasinya  masih kurang dari 20 persen semoga bisa segera desa kelurahannya yang punya halaman luas dimanfaatkan untuk ruang obersevasi,” kata Khofifah.

“Yang masih di bawah 20 persen seperti Kota Surabaya masih 17,5 persen, Kota Blitar masih 14,3 persen, Kabupaten Malang masih 13,6 persen,” imbuh Khofifah.

Penyediaan ruang observasi dikatakan Khofifah sebagai upaya menyediakan tenda sebelum hujan. Terutama melihat tren penyebaran covid-19 di Jatim yang belum juga menurun. Per hari ini jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim sudah tembus angka 522, kemudian untuk PDP sebanyak 1.826 dan kasus ODP sebanyak 15.942 kasus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved