Breaking News:

Virus Corona di Madiun

Bupati Madiun Minta Seluruh Perangkat Desa Intens Sosialisasikan Protokol Covid-19 ke Warga

Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengimbau kepada seluruh perangkat desa agar lebih intens mensosialisasikan protokol penanganan Covid-19

SURYA.CO.ID/Rahadian Bagus
Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyampaikan update kasus Covid-19 di wilayah Kabupaten Madiun, di Pendopo Muda Graha. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengimbau kepada seluruh perangkat desa agar lebih intens mensosialisasikan protokol penanganan Covid-19. Warga diminta menjaga jarak, selalu cuci tangan, mengunakan masker dan tetap tenang.

Sebelumnya, pada Jumat (10/4/2020) malam, Bupati Madiun yang akrab dipanggil Kaji Mbing itu mengumumkan ada dua warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, dinyatakan positif Covid-19. Keduanya merupakan pasangan suami istri berinisial AW (47) dan DM (44).

Bagi tetangga dua pasien positif Covid-19 tersebut, diminta melakukan karantina mandiri dengan pantauan kepala desa (Kades), Babinsa dan Babinkamtibmas. Selain itu, pihak desa juga harus memberikan bantuan sembako bagi warga yang terdampak.

"Jangan ada pemortalan jalan, itu tidak akan menyelesaikan masalah. Pemortalan dapat menimbulkan ketegangan dan kegaduhan masyarakat. Kita harus pahamkan yang benar, bahwa penyakit ini bukanlah aib"," kata Kaji Mbing ketika dikonfirmasi, Senin (13/4/2020).

Kaji Mbing juga mengintruksikan kepada para kades, agar memberdayakan penjahit di masing-masing desa untuk membuat masker yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.

Ia menuturkan, hingga Senin (13/4/2020) ini, jumlah pemudik di Kabupaten Madiun mencapai 12.630 orang. Oleh sebab itu, Kaji Mbing menegaskan kepada masing-masing Kades agar segera siapkan tempat isolasi di desa.

"Kalau pemudik enggan diisolasi, nanti mereka diisolasi di tingkat kecamatan. Jika masih ngotot, akan ditempatkan di rumah sakit. Saya juga koordinasi dengan pihak Lanud Iswahjudi kalau ada pemudik yang ngeyel untuk dibimbing di sana," tegasnya.

Kaji Mbing menambahkan, Pemkab Madiun juga telah menyiapkan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang digelontorkan melalui APBD dan Dana Desa.

"Seluruh anggaran APBD dan Dana Desa sekarang harus fokus pada pencegahan dan penanganan Covid-19. Memang saat ini sektor perekonomian kita turun dan ini juga dirasakan seluruh negara yang terdampak Covid-19. Tapi dengan memfokuskan anggaran APBD dan Dana Desa, semoga dapat mengurangi beban hidup masyarakat khususnya warga tidak mampu yang terisolasi," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved