Senin, 18 Mei 2026

Virus Corona di Pasuruan

Pemkab Pasuruan Siapkan Anggaran Rp 77 Miliar Untuk Penanganan Covid-19

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran sebesar Rp 77 miliar untuk penanganan Coronavirus

Tayang:
surya.co.id/galih lintartika
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran sebesar Rp 77 miliar untuk penanganan Coronavirus atau Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.

Besaran anggaran tersebut merupakan hasil refocusing seluruh anggaran daerah yang dipandang kurang perlu maupun yang bisa ditunda pelaksanaannya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan, dirinya sudah mengintruksikan kepada semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Lingkup Pemkab Pasuruan untuk mengarahkan anggaran yang pelaksanaannya dipandang kurang perlu.

Nah, anggaran ini akan dialihkan menjadi anggaran untuk penanganan Covid-19.

Hal ini juga sebagai tindak lanjut dari keputusan Pemerintah Pusat yang meminta semua daerah untuk mengalokasikan anggaran khusus penanganan Covid-19.

“Refocusing anggaran berasal dari pengurangan plafond belanja Perdin, mamin, akomodasi dan pengurangan marse belanja pegawai,” kata Irsyad, Rabu (8/4/2020).

Dijelaskannya, anggaran Rp 77 miliar berasal dari refocusing beberapa pos anggaran sebesar Rp 55 miliar dan ada tambahan BTT dari potensi DBHCT (dana bagi hasil cukai dan tembakau) sebesar Rp 13,9 miliar.

Dikatakan dia, sisa anggaran BTT sebesar Rp 5,8 miliar, serta Rp 2,4 miliar yang sudah digunakan untuk beberapa kegiatan seperti pembelian APD (alat pelindung diri) bagi para tenaga medis, masker, hand sanitizer dan alat kesehatan lainnya.

“Hingga hari ini, kita masih terus menginventarisir anggaran-anggaran yang tidak penting. Contohnya anggaran perjalanan dinas saya dan Pak Wabup sekitar 800 juta juga saya alihkan untuk penanganan Covid-19 ini,” tegasnya.

Tak hanya untuk pembelian APD dan alat kesehatan lainnya, Pemkab Pasuruan juga tengah melakukan pengadaan sekitar 3 ribu rapid test.

Meskipun sampai sejauh ini, Pemkab Pasuruan masih menunggu datangnya alat tersebut dari Pemerintah Pusat.

“Kalau kuota atau jatah dari pusat untuk Kabupaten Pasuruan cuma untuk 140 orang saja. Ini masih jauh dari jumlah cukup, sehingga kita berencana akan membeli 3 ribu lagi. Tapi ya tidak mudah, kita menunggu saja,” pungkas dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved