Berita Politik
Tunda Proses Pilkada, Golkar Jatim Fokus Penanganan Corona
Ketua DPD Golkar Jatim, Sarmuji menegaskan, partainya memilih membantu pemerintah dalam mengurangi penularan pandemi global.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Anas Miftakhudin
SURYA.CO.ID | SURABAYA -
Partai Golkar Jawa Timur menunda serangkaian proses persiapan Pilkada. Di Jatim, partai berlambang pohon beringin itu memilih fokus menyelesaikan penangan Covid-19 atau Corona.
Dibanding melanjutkan proses pemenangan Pilkada, Ketua DPD Golkar Jatim, Sarmuji menegaskan, partainya memilih membantu pemerintah dalam mengurangi penularan pandemi global tersebut.
"Di situasi seperti ini, tak pas rasanya kalau kita bicara politik, " kata Sarmuji ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin (6/4/2020).
Apalagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun cukup berpeluang untuk menunda waktu pencoblosan hingga setahun dari yang awal ditentukan, September mendatang. "Sepertinya, Pilkada serentak kan tidak dilakukan saat ini," kata Sarmuji.
Dalam melakukan preventif pencegahan Covid-19, pihaknya mengeluarkan empat instruksi.
"Instruksi ini kami sampaikan pada 27 Maret lalu," kata Sarmuji yang juga Anggota DPR RI ini.
Instruksi pertama, kepada pengurus Golkar di tingkat kabupaten/kota untuk melakukan aksi sosial di masing-masing daerah.
Kedua, kepada fraksi di DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk serius menanggulangi covid-19.
Ketiga, seluruh DPD untuk bersinergi dengan pemerintah desa dalam menyelesaikan wabah tersebut.
Empat, meminta warga Partai Golkar yang memiliki kemampuan lebih untuk turun tangan membantu sesama.
"Selama ini mungkin sebagian warga ada yang masih menggunakan tabungan. Namun, tidak sebulan-dua bulan lagi. Sehingga, warga Golkar yang memiliki kelebihan harus menengok tetangganya," katanya.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 (Corona) DPD Golkar Jatim, HM Zahrul Azhar Asumta As'ad, menambahkan distribusi bantuan akan segera dilakukan. Gus Hans ini pun telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menekan angka penularan virus ini.
Di antaranya pembagian 20.000 handsanitizer dan sabun kepada masyarakat umum, serta ribuan masker dan 500 Alat Pelindung Diri (APD) kepada para medis.
"Saat ini masih dalam produksi dan akan dibagikan dalam waktu dekat," kata Gus Hans.
Menurutnya, ada beberapa sasaran yang akan menjadi objek penyerahan bantuan ini. Di antaranya para buruh.
