Virus Corona di Surabaya

Pemkot Surabaya Tetap Gunakan Bilik Sterilisasi Walau Sudah Ada Edaran Dari Kemenkes

Pemkot Surabaya bakal terus menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 meski sudah ada edaran dari Kemenkes.

SURYA.co.id/Tony Hermawan
Calon penumpang yang akan memasuki ruang tunggu Terminal Purabaya, Surabaya, wajib melewati bilik sterilisi, Jumat (27/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya bakal terus menggunakan bilik sterilisasi untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Hanya saja Pemkot bakal melakukan evaluasi terkait fasilitas yang banyak disebar ini.

Sebelumnya, Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran terkait penggunaan Bilik Disinfeksi dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Surat itu ditujukan kepada seluruh Pemda di Indonesia.

"Karena itu imbauan jadi kami menghormati, tapi Pemerintah Kota sementara masih melaksanakan," kata Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser, Senin (6/4/2020).

Hingga saat ini, produksi bilik itu masih terus dilakukan Pemkot. Areal Balai Kota yang menjadi tempat produksi pun masih dipenuhi oleh alat yang setiap hari diproduksi ini.

Menurut Fikser, sebelum memutuskan menggunakan bilik ini, telah dilakukan kajian dan berkonsultasi dengan pakar dan ahli di bidangnya. Konsultasi itu termasuk berapa kadar cairan yang digunakan sehingga tetap aman.

Dia tak memungkiri, penggunaan bilik ini memang tidak dapat membunuh virus di dalam tubuh, melainkan melemahkan bahkan mematikan virus yang berada di luar tubuh seperti menempel di baju.

"Setiap biliknya itu selalu ada wastafel. Jadi itu pasangan. Dimana ada bilik pasti ada wastafelnya," ungkapnya menambahkan.

Selain itu, mantan Kabag Humas Pemkot ini mengatakan, bahwa pihaknya menetapkan prosedur yang harus dijalankan setiap kali seseorang memanfaatkan bilik ini.

Diantaranya, harus menundukkan kepala dan menutup mata serta menahan nafas dalam beberapa detik.

"Itu yang ada imbauan-imbauan di bilik," terang Kadis Komunikasi dan Informatika Surabaya ini.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved