Jumat, 10 April 2026

Virus Corona di Jember

Terserang Corona Bukan Aib, Harus Saling Bantu Karena Sama dengan Penyakit Lain

Orang yang masuk dalam kelompok ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), bahkan sampai positif Covid-19 bukanlah aib

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Anas Miftakhudin
Sri Wahyunik
Bupati Jember, Faida saat menggelar konferensi pers terkait virus Corona 

SURYA.CO.ID I JEMBER-

Orang yang masuk dalam kelompok ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), bahkan sampai positif Covid-19 bukanlah aib. Ini ditegaskan Bupati Jember, Faida dalam konferensi pers yang juga disiarkan melalui live facebook Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Rabu (1/4/2020).

"Mereka itu bukan aib. Itu sama dengan sakit lain. Jadi tolong saling bantu untuk monitoring," ujar Faida.

Langkah yang dilakukan Faida itu untuk menghilangkan stigma negatif dari masyarakat terhadap orang yang masuk di masing-masing kategori tersebut. Dia meminta masyarakat tidak mengucilkan orang yang bergejala Covid, bahkan sampai terpapar virus Corona.

Pemkab Jember telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Satu di antaranya adalah monitoring kepada mereka yang berstatus ODR dan ODP. Sebab ODR dan ODP bisa melakukan isolasi diri secara mandiri di tempat masing-masing.

Petugas kesehatan dan sejumlah piranti di Pemkab Jember memantau atau memonitor mereka yang masuk ODR dan ODP. Kelompok ini harus mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Jika selama 14 hari ditemukan gejala mengarah ke paparan Covid-19, maka bisa menjadi PDP.

Orang yang masuk kategori PDP ini dirawat di ruang isolasi di rumah sakit. Begitu juga mereka yang positif Covid, sampai dinyatakan sembuh.

Pemkab Jember menjaring mereka yang ODR dan ODP, di antaranya melalui skrining pada orang yang masuk ke Jember di lima pintu masuk yakni di Sumberbaru, Jombang, Silo, Sukowono, dan Jelbuk. Selain itu, petugas kesehatan yang mendapatkan laporan dari warga, atau kader kesehatan di tingkat lingkungan, dusun, juga desa.

"Sebenarnya kunci dari penanganan Covid ini adalah berada di rumah. Bagi yang ODR, dan ODP mengisolasi diri secara mandiri di rumah selama 14 hari. Tetap menjaga pola hidup sehat dan bersih, cuci tangan memakai enam langkah, pakai sabun dengan air mengalir. Kalau tidak mau isolasi mandiri, pemkab menyediakan fasilitas isolasi yakni di JSG (Jember Sport Garden), dan Hotel Rembangan," tegas Faida. 

Bupati Faida menegaskan untuk identitas pasien ODP, ODR dan positif Covid-19, dirinya tidak akan membuka identitas mereka. Karena pembukaan identitas pasien berdasarkan aturan kesehatan harus izin pasien.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved