Berita Sidoarjo
Pemkab Sidoarjo Minta Restu Menaker Pakai Gedung BLK untuk Isolasi Pasien Covid-19
Di BLK ada satu gedung untuk asrama dan baru selesai dibangun. Kapasitas tempat 38 kamar tidur dengan bangunan dua lantai
Penulis: M Taufik | Editor: Anas Miftakhudin
SURYA.CO.ID I SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo mencarikan alternatif tempat isolasi pasien Covid-19, pascapenolakan Puskesmas Sidodadi, Kecamatan Candi oleh warga sekitar dengan cara membentangkan spanduk.
Tempat yang dilirik oleh pemerintah adalah Gedung BLK di Kecamatan Tulangan dan Mal Pelayanan Publik, Sidoarjo Kita untuk dijadikan tempat isolasi.
Tempat itu didatangi oleh Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin bersama satgas penanganan covid-19 Sidoarjo, Selasa (31/3/2020).
Satu persatu dicek kelengkapan dan dipertimbangkan sebagai alternatif lokasi karantina pasien Covid-19 di Kota Delta.
Seperti Puskesmas Sidodadi kondisinya baru selesai dibangun dan belum dipergunakan sama sekali dengan kapasitas 30 kamar.
Namun masih banyak kekurangan yang harus dipenuhi.
Di antaranya belum adanya tempat pembuangan limbah maupun tempat pemandian jenazah.
Selain itu, lokasinya dekat dengan rumah penduduk sehingga banyak warga sekitar puskesmas keberatan.
Alternatif kedua adalah Gedung Mal Pelayanan Publik.
Di lokasi ini juga dinilai jauh dari standar kelayakan untuk penanganan pasien Covid-19.
Gedung pelayanan publik di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo itu tidak memiliki banyak ruangan fasilitas untuk istirahat pasien.
Satu lokasi alternatif lain adalah Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di kecamatan Tulangan.
Di lokasi BLK ada satu gedung yang dipakai untuk asrama dan baru selesai dibangun.
Dengan kapasitas tempat 38 kamar tidur dengan bangunan dua lantai.
Tempat ini dirasa paling memungkinkan dipakai alternatif untuk penanganan pasien PDP Covid-19 di Sidoarjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/blk.jpg)