Senin, 20 April 2026

Terlanjur Viral Video Warga Cipinang Melayu Blokade Jalan Diduga Lockdown, ini Kata Lurah & Polisi

Terlanjur Viral Video Warga Cipinang Melayu Blokade Jalan Diduga Lockdown, Begini Penjelasan Lurah dan Polisi.

Youtube Tribun Jakarta
Aktivitas warga Cipinang Melayu melakukan blokade jalan menggunakan kayu, seng, dan beton. 

SURYA.co.id, JAKARTA - Terlanjur viral video yang menampakkan warga Cipinang Melayu, Jakarta Timur memblokade jalan karena wabah virus corona, kini lurah dan polisi pun memberikan penjelasan.

Diketahui, video yang merekam kondisi Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur tertutup rapat dengan blokade seng dan beton, mendadak viral di whatsapp (WA).

Disebutkan dalam kabar yang beredar, penutupan jalan tersebut sebagai sikap warga Cipinang Melayu menerapkan lockdown lokal.

Lockdown ini bertujuan untuk meghambat penyebaran virus corona yang saat ini mewabah di Jakarta.

Menanggapi video viral tersebut, Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman dan polisi pun memberikan penjelasan.

Berikut penjelasannya dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Penjelasan Lurah soal Video Viral Warga Cipinang Melayu Tutup Jalan Kalimalang'.

1. Bukan Lockdown

Terkait hal itu, Lurah Cipinang Melayu Agus Sulaeman mengatakan bahwa aksi warga menutup jalan itu bukan lockdown lokal.

Warga hanya mempersempit akses masuk wilayah RW 04 guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Bukan lockdown, hanya mempersempit akses keluar masuk dengan kesepakatan pengurus RW 04, dan pengurus RT serta tokoh masyarakat," kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2020).

2. Ada jalan alternatif

Agus menambahkan bahwa akses masuk wilayah RW 04 bisa melalui Jembatan Kuning yang berada di samping Jalan Raya Kalimalang.

Hal senada dikatakan Kasatlantas Polres Metro Jakarta Timur AKBP Suhli. Dia mengatakan bahwa jalan tersebut ditutup warga pada Sabtu (28/3/2020) dan sudah berkoordinasi dengan RT, RW, dan kelurahan.

"Penutupan ini terkait informasi yang didapat, ada satu warga yang ODP Covid-19. Jadi mereka (warga) mengantisipasi sendiri," ujar Suhli di lokasi.

3. Tak ada koordinasi dengan polisi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved