Efek Samping Terlalu Sering Pakai Hand Sanitizer, Perlu Diwaspadai Khususnya Untuk Kulit Sensitif

Efek samping penggunaan hand sanitizer terlalu sering ternyata bisa berdampak pada kesehatan.

Penulis: Arum Puspita | Editor: Adrianus Adhi
KOLASE THOUGHT CO/ist
Hati-hati, menggunakan hand sanitizer secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping 

SURYA.co.id - Efek samping terlalu sering menggunakan hand sanitizer ternyata tidak sembarangan.

Pasalnya, saat ini masyarakat berbondong-bondong membeli dan menggunakan hand sanitizer untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme, khususnya yang menyebabkan virus corona.

Tapi tahukah Anda? Menurut hasil riset yang dilakukan United States Food and Drug Administration, terlalu sering menggunakan hand sanitizer tidak baik bagi kesehatan kulit.

Berikut 4 efek samping terlalu sering pakai hand sanitizer yang dikutip dari LiveStrong.

Ilustrasi: Jangan Asal Beli atau Buat Hand Sanitizer, ini Kriterianya yang Efektif Cegah Corona atau Covid-19
Ilustrasi: Jangan Asal Beli atau Buat Hand Sanitizer, ini Kriterianya yang Efektif Cegah Corona atau Covid-19 (Hellosehat)

1. Menyebabkan iritasi kulit

Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya mengurangi atau tidak penggunaan hand sanititzer.

Kandungan alkohol yang terdapat pada hand sanitizer bisa menimbulkan rasa perih, panas, bahkan gatal di kulit.

Menggunakan hand sanitizer selain di bagian tangan, seperti mata, telinga, mulut, hidung, dan daerah genital juga tidak dianjurkan.

Hand sanitizer juga sebaiknya tidak digunakan untuk bayi atau balita, sebab kulit mereka rentan iritasi

2. Sensitif terhadap sinar matahari

Kandungan yang terdapat dalam hand sanitizer juga membuat semakin sensitif terhadap sinar ultraviole sehingga kulit mudah terbakar jika terkena paparan sinar matahari.

Menurut PDR Health, aplikasikan sun screen yang mengandung SPF tinggi dulu sebelum menggunakan hand sanitizer.

3. Rentan terkena infeksi

Terlalu sering menggunakan hand sanitizer rupanya bisa membuat tubuh rentan teerhadap infeksi.

Hand sanitizer, menurut dr. Sarah Janssen dari Natural Resources Defense Council, tidak efektif dalam membunuh kuman jika dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air dan sabun.

4. Reaksi Hormon

Cara Membuat Hand Sanitizer dengan Bahan Alami, Murah & Tanpa Tambahan Alkohol
Cara Membuat Hand Sanitizer dengan Bahan Alami, Murah & Tanpa Tambahan Alkohol (Kolase ist)

Efek samping yang cukup parah dari penggunaan hand sanitizer bisa berakibat negatif bagi kelenjar gondok (hormon tiroid) dan hormon estrogen.

Menurut Drug Watch, bahan kimia triclosan yang banyak terkandung dalam hand sanitizer tidak berpengaruh baik bagi kesehatan hormon Anda.

Cara memilih Hand sanitizer

Melansir dari Hellosehat, Hand sanitizer memang efektif untuk mencegah penyebaran COVID-19, tapi hanya bila Anda menggunakannya dengan tepat.

Salah satu faktor yang menentukan tepat atau tidaknya suatu produk hand sanitizer adalah bahan aktif di dalamnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan penggunaan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Pasalnya, alkohol merupakan kandungan penting yang akan membunuh berbagai kuman pada tangan Anda.

Virus tersusun dari rantai kode genetik yang tersimpan dalam sejenis ‘kulit’ bernama kapsid.

Sementara itu, beberapa virus pada hewan seperti coronavirus biasanya memiliki selubung tambahan yang terbuat dari lemak, fosfor, protein, dan glukosa.

Alkohol pada hand sanitizer, terutama dari jenis etanol atau isopropil alkohol, dapat menguraikan dan menghancurkan ikatan selubung tersebut.

Virus akhirnya tidak bisa bertahan ataupun memperbanyak diri, dan lama-kelamaan akan mati.

Ini sebabnya banyak rumah sakit menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk mencegah penularan COVID-19.

Alkohol mampu membunuh bakteri, virus, dan parasit dengan efektif, termasuk kuman-kuman di rumah sakit.

Meski demikian, penggunaan hand sanitizer tetap tidak dapat menggantikan manfaat cuci tangan menggunakan air dan sabun.

Jadi, pastikan Anda hanya menggunakan hand sanitizer ketika air dan sabun benar-benar tidak tersedia.

Selain hand sanitizer berbahan alkohol, Anda mungkin juga pernah menemukan hand sanitizer tanpa alkohol, tisu basah, atau produk-produk pembersih sejenisnya.

Lantas, apakah produk-produk seperti ini juga bisa digunakan untuk mencegah COVID-19?

Alkohol menimbulkan efek samping berupa kulit kering.

Orang-orang yang memiliki kulit kering dan sensitif tentu rentan terkena efek samping ini.

Produsen produk pembersih pun menyiasatinya dengan mengurangi kadar alkohol atau menggantinya sama sekali.

Pembersih tanpa alkohol biasanya mengandung bahan pengganti berupa benzalkonium klorida.

Benzalkonium klorida memang dapat membersihkan tangan Anda dari kuman, tapi CDC menyatakan bahwa senyawa ini tidak bekerja pada semua jenis kuman.

Hand sanitizer mengandung benzalkonium klorida mungkin hanya akan menghambat pertumbuhan kuman pada tangan, tapi tidak membunuhnya.

Efeknya berbeda dengan cuci tangan yang akan membunuh kuman sekaligus menghilangkannya bersama air.

Hal yang sama juga berlaku pada tisu basah, apalagi mengingat kebanyakan tisu basah dirancang untuk bayi sehingga tidak mengandung alkohol.

Bahan aktif pada tisu basah mungkin dapat membunuh bakteri, tapi tidak dengan virus.

Oleh sebab itu, penggunaan hand sanitizer tanpa alkohol dan tisu basah dinilai kurang efektif untuk mencegah penularan COVID-19.

Walau demikian, keduanya bisa menjadi alternatif apabila air bersih, sabun, dan hand sanitizer dengan alkohol tidak tersedia.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved