Berita Mojokerto
Efek Corona, Jumlah Penumpang Kereta Api di Mojokerto Merosot 50 Persen
Wahyudi menjelaskan penurunan jumlah penumpang kereta api dari beberapa tujuan lokal maupun jarak jauh turun tajam semenjak dua pekan kemarin.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Penyebaran virus corona menyebabkan jumlah penumpang kereta api di Mojokerto merosot hingga 50 persen.
Kepala Stasiun Mojokerto, Wahyudi menjelaskan penurunan jumlah penumpang kereta api dari beberapa tujuan lokal maupun jarak jauh turun tajam semenjak dua pekan kemarin. Penurunan tersebut dipicu karena masyarakat mengikuti kebijakan pemerintah yang menyarankan agar tidak berpergian untuk mencegah penularan Virus Corona.
"Penurunan jumlah penumpang setiap kereta api rata-rata turun sekitar 50 persen sampai 60 persen," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Minggu (22/3/2020).
Ia mengatakan sebagian penumpang telah membatalkan tiket kereta api jarak dekat didominasi tujuan Surabaya dan Sidoarjo. Sesuai mekanisme yang sudah ditentukan bahwa pengembalian uang pembatalan tiket kereta api bisa dilakukan terhitung selama 30 hari kedepan.
"Kereta api lokal KA Doho dan KA Jenggala yang setiap hari ada penumpang rombangan untuk sementara ini dari penumpang melakukan pembatalan pemberangkatan karena adanya penyebaran Virus Corona tersebut," ungkapnya.
Ditambahkannya, penumpang kereta api jarak jauh juga mengalami penurunan tujuan Jakarta, Bandung, Cirebon dan Yogyakarta. Secara bersamaan hanya segelintir kedatangan penumpang dari sejumlah kota tersebut juga sepi di Stasiun Mojokerto. Kereta api semua rute tujuan tetap beroperasi meskipun ditengah merebaknya Covid-19 tersebut.
"Biasanya normal jumlah kedatangan penumpang kereta api jarak jauh yang dimaksud itu lebih dari 50 orang dan terkini hanya tiga sampai lima orang yang turun di Stasiun Mojokerto," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jumlah-penumpang-ka-di-mojokerto-menyusut-50-persen.jpg)