Penipuan Penggandaan Uang di Pasuruan

Pengakuan Blak-blakan Pelaku Penipuan Penggandaan Uang di Pasuruan, Berkelit Cuma Bisa Memijat

Pengakuan blak-blakan pelaku penipuan penggandaan uang di Pasuruan : saya cuma bisa memijat!

surya.co.id/galih lintartika
Pelaku penipuan penggandaan uang Eka Surya Darma (EDS) warga Dusun Sukorejo, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, saat rilis gelar perkara, Kamis (19/3/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Eka Surya Darma (EDS) warga Dusun Sukorejo, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan masih bersikukuh tidak bersalah dalam kasus ini.

Dari awal, EDS mengaku sudah menyampaikan, dirinya tidak bisa menggandakan uang ataupun emas.

“Saya sudah sampaikan ke dia (korban) kalau saya hanya bisa memijat, pengobatan alternatif. Tapi , dia yang memaksa saya untuk membantunya menggandakan uang itu,” kata EDS saat rilis di Polres Pasuruan, Kamis (19/3/2020).

Dia menyampaikan, sebenarnya yang bersangkutan tidak ingin menggandakan emas dan uangnya.

Kata dia, yang bersangkutan hanya ingin sakti dan meminta bantuannya untuk mewujudkannya.

Penjual nasi kuning ini menyebut, korban ini memiliki guru spiritual.

Dan guru spiritualnya ini yang membimbingnya untuk bisa mewujudkan itu semua, termasuk menyarankan untuk menyiapkan tiga elemen itu.

“Semuanya yang bawa dia. Bukan saya, ritual juga di rumah dia. Saya tidak membawa uangnya sedikitpun. Semuanya dimasukkan ke dalam kardus dan dibuat ritual, kalau berubah berarti bukan saya, itu sudah dibawa sama bunda ratu,” tambah dia.

Menurut dia, sebenarnya ini bisa terlaksana, namun ada ketentuan yang dilanggar.
Harusnya belum boleh dibuka, tapi sudah dibuka.

Jawaban tersangka ini sangat berbelit dan berubah-ubah. Tidak konsisten.

Namun, dalam penyelidikan kepolisian, dia diduga kuat menipu korbannya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved