Penipuan Penggandaan Uang di Pasuruan

Begini Cara Pelaku Penipuan Penggandaan Uang di Pasuruan Tipu Korbannya, Sebut Nama 'Bunda Ratu'

Karena janji dan kata-kata tersangka menggiurkan dan meyakinkan, akhirnya korban tergiur dan menyerahkan tiga eleman yang dimaksud

surya.co.id/galih lintartika
Barang bukti (kiri) yang disita dari tersangka (kanan) penggandaan uang di Kabupaten Pasuruan, Kamis (19/3/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Tipu daya Eka Surya Darma (EDS) warga Dusun Sukorejo, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang mengaku bisa menggandakan uang tampaknya sangat ampuh.

Sampai-sampai korbannya mengalami ratusan juta rupiah.

Korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 297 juta.

Wakapolres Pasuruan Kompol Hendy Kurniawan mengatakan,di samping penjual nasi kuning, tersangka juga bekerja sebagai ahli pengobatan alternatif sejak empat tahun yang lalu.

Ia mengaku juga bisa menyembuhkan penyakit kiriman atau guna-guna yang tidak sembuh selama bertahun-tahun.

“Kepada korban, tersangka biasanya mengaku bisa menggunakan ilmunya untuk bisa mengobati orang lain yang sakit dan ia juga bisa menggandakan uang atau emas menjadi berlipat-lipat melalui ritual kepada bunda ratu,” kata Wakapolres dalam pers rilis, Kamis (19/3/2020).

Wakapolres menjelaskan ke korban, sebelum ritual ke bunda ratu, korban diminta untuk bisa mendapatkan kunci koreteral (ilmu penyembuhan), dengan syarat harus menyediakan tiga elemen ilmu kesempurnaan yaitu elemen emas, elemen cair yakni minyak wangi, dan elemen kertas yakni uang kertas tunai.

“Karena janji dan kata-kata tersangka menggiurkan dan meyakinkan, akhirnya korban tergiur dan menyerahkan tiga eleman yang dimaksud. Saat itu, korban menyetorkannya secara bertahap, mulai dari uang hingga emas,” kata Hendy

Disampaikan dia, tahap awal, korban menyerahkan uang mencapai Rp 150 juta dan emas mencapai 424 gram.

Setiap kali menyerahkan uang dan emas, tersangka selalu mengajak korban untuk ritual hingga lebih dari 10 kali.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved