Senin, 13 April 2026

Fashion

Lewat Angkasha, Imam Mustafa Kenalkan Teknik Membatik Margumbel Khas Sumenep

Dinamakan Angkasha, lantaran saat proses pengerjaan busana, Imam kerap melakukannya saat sedang dalam penerbangan di pesawat.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Model memperagakan busana untuk private fashion show "Beyond Evolusia" Westown View Surabaya, Kamis (12/3/2020). Pamer koleksi terbaru ini menghadirkan karya desainer Jawa Timur Imam Mustofa, Dibyah dan Isyam Syamsi. 

SURYA.co.id | Surabaya - Imam Mustafa menjadi salah satu fashion designer yang akan berpartisipasi dalam orivate fashion show "Beyond Evolusia" yang akan digelar Sabtu (14/3/2020) mendatang.

Imam Mustafa mengeluarkan 20 koleksi dari masing-masing brandnya yakni, IMUZ dan Imam Mustafa Premium.

Meski dari dua brand yang berbeda, Imam tetap mengambil satu tema utama yaitu, Angkasha.

Dinamakan Angkasha, lantaran saat proses pengerjaan busana, Imam kerap melakukannya saat sedang dalam penerbangan di pesawat.

"Dalam tema ini, saya lebih banyak menampilkan motif bunga dan langit, juga permainan gradasi warna," ungkapnya.

Untuk koleksi brand IMUZ, desainer asal Kabupaten Sumenep itu mengaku menggunakan kain dengan motif atraktif dan menggabungkan banyak motif.

"Dengan begitu, saya bisa menghasilkan sesuatu yang baru dan beda dari desainer lainnya," ujarnya.

Awal mula Imuz, sapaan akrab Imam Mustafa, mengikuti acara fashion ini karena ditawari oleh Westown View.

Motif batik yang dipakai Imuz dalam koleksi Angkasha ini menggunakan Batik Mega Mendung. Batik ini dilmbangkan dengan motif awan dan langit-langit.

"Selain Batik Mega Mendung, dalam koleksi kali ini saya juga akan menampilkan Batik Lurik, serta paduan denim dengan batik sebagai lambang penyatuan era modern dan tradisi. Nantinya busana itu akan menampilkan kesan kekinian dan dapat digunakan di berbagai occasion," jelasnya.

Meski terhitung merupakan ready-to-wear, namun Imuz tidak melupakan style dan ciri khas yang harus ada dalam busananya.

Brand IMUZ selalu identik dengan mixing batik berbagai motif dengan bahan lain. Juga bentuku potongan yang tetap dipertahankan sejak brand tersebut labit hinhga sekarang.

"Satu yang membuat busana itu tampak Imuz banget adalah adanya tambahan zipper di bagian pundak sebelah kiri. Biasanya, orang yang sudah hafal dengan desain saya, pasti langsung bisa menebak," terangnya.

Meski memiliki tema yang sama, namun Imuz menaruh sedikit perbedaan untuk koleksinya dari brand IMUZ dan Imam Mustafa Premium yakni,

Bagi Imuz, mengerjakan tema Angkasha untuk koleksi Imam Mustafa Premium terdapat tugas dan tantangan yang ia lalui.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved