Pelaksanaan USP BKS
Gubernur Khofifah Sidak Pelaksanaan USP BKS di SMAN 6 Surabaya
Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS) yang dilaksanakan di SMAN 6 Surabaya
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Ujian Satuan Pendidikan Berbasis Komputer dan Smartphone (USP BKS) yang dilaksanakan di SMAN 6 Surabaya, Senin (9/3/2020) pagi.
Khofifah meninjau pelaksanaan ujian yang tahun ini dilakukan sepenuhnya menggunakan komputer dan smartphone. Untuk di SMAN 6 ini seluruh siswanya menggunakan laptop sebagai sarana untuk melaksanakan USP BKS.
Dalam sidak tersebut Khofifah memastikan bahwa seluruh pelaksanaan USP BKS terlaksana tanpa ada kendala yang berarti terutama kendala teknis. Karena besok sudah menjadi hari terakhir pelaksanaan USP BKS di jenjang menengah atas di Jawa Timur.
“Posisinya sesuai dengan Kepmendikbud yang baru, bahwa sebetulnya ujian sekolah tahun ini sudah berbasis satuan pendidikan, makanya disebut dengan USP BKS. Tetapi MKKS yang rakor pada tanggal 30 Desember mereka meminta untuk tahun ini tetap dalam Koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” kata Khofifah seusai sidak.
Ditegaskan Khofifah tahun ini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur diputuskan bahwa persentase penilaian kelulusan siswa dibagi atas 60 persen dari hasil belajar siswa dari semester 1 sampai semester 6 dan ditambahkan persentase dari USP BKS ini sebesar 40 persen.
Lebih lanjut ditegaskan Khofifah bahwa siswa dan orangtua harus mulai bersiap terkait paradigma terhadap UN dan NUN.
Karena mulai tahun depan UN akan dihapus dan diganti dengan assessment kompetensi siswa.
“Sejak tahun lalu sebetulnya UN dalam komposisi kelulusan itu sudah tidak ada, tetapi bahwa makna secara psikologis tetap anak-anak menjadikan nilai UN sebagai puncak prestasinya sehingga bagi wali murid itu NUN tetap menjadi penting,” tegas Khofifah.
Ia berharap apapun format yang diterapkan di sistem pendidikan Indonesia, semangat belajar untuk bisa mendorong capaian academic achievement dari masing-masing siswa SMA, SMK maupun Aliyah bisa tetap dijaga.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 6 Surabaya Mamik Pujowati mengatakan bahwa kali ini memang sekolah SMAN 6 sudah sepakat untuk menggunakan laptop untuk USP-BKS ini. Lantaran jika menggunakan smartphone layar yang digunakan untuk membaca soal menjadi lebih kecil.
“Semua pakai laptop sementara ini tidak ada yang pakai smartphone. Mereka sebenarnya kami berikan pilihan tapi mereka sudah bisa menghitung mana yang lebih nyaman untuk mengerjakan soal,” tegasnya.
Total ada sebanyak 283 siswa yang mengikuti USP BKS di SMAN 6 ini, yang terdiri dari 67 siswa jurusan IPS dan senanyak 216 siswa jurusan IPA.
Karena sudah tahun kedua dikatakan Mamik semua sudah dalam kendali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/usp-bks.jpg)