Breaking News:

Berita Mojokerto

Desperinda Kota Mojokerto Optimistis Program Business Matching Mampu Dongkrak IKM Alas Kaki

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto optimistis program daerah Business Matching bisa mendongkrak usaha alas kaki.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Parmin
surya.co.id/mohammad romadoni
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) bersama Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki di Kota Mojokerto saat kegiatan Business Matching 2020, di Hall Graha Mojokerto Service City (GMSC). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto
optimistis program daerah Business Matching bisa mendongkrak usaha Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki.

Kepala Disperindag Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo menjelaskan pihaknya melibatkan 70 pelaku IKM alas kaki di Kota Mojokerto dalam kegiatan Business Matching 2020 yang sudah diselenggarakan di Hall Graha Mojokerto Service City (GMSC), Jumat (6/3/2020).

Dampak kegiatan tersebut bisa dimanfaatkan para perajin alas kaki dalam membidik peluang bisnis untuk memajukan usahanya.

"Kita lakukan temu bisnis mempertemukan perajin dengan Buyer dan Supplier yang bisa menunjang produksi dan kelangsungan industri alas kaki di Kota Mojokerto," ujarnya saat dikonfirmasi Surya, Senin (9/3/2020).

Ia mengatakan program Business Matching ini sangat berdampak siginifikan untuk mendongkrak pemasaran alas kaki buatan lokal. Bahkan dalam kegiatan tersebut perajin alas kaki mendapat order dari Buyer, Ramayana Store berjumlah 40 ribu pasang sepatu perempuan.

"Namun oleh pihak perajin alas kaki hanya mampu memenuhi 20 ribu pasang," ungkapnya.

Masih kata, Ruby, sesuai data dari Disperindag tercatat perajin alas kaki di Kota Mojokerto berjumlah 413 Industri Kecil Menengah (IKM). Dari jumlah tersebut paling besar ada 15 sampai 17 perajin industri alas kaki. Bahan baku alas kaki berupa kulit sapi didatangkan dari Magetan.

"Berkaitan dengan itu semua kita sosialisasikan kepada perajin alas kaki kalau mau ekspor maupun impor barang baku bisa melalui Bea dan Cukai," jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga difasilitasi oleh Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) dan Bea dan Cukai untuk memberikan informasi terkait industri perdagangan sekaligus mencari solusi permasalahan yang kini dihadapi para perajin.

"Ada tiga permasalahan yang dihadapi perajin alas kaki, mulai permodalan, pemasaran dan manejemen," ungkapnya.

Disperindag Kota Mojokerto akan mengupayakan solusi untuk mengatasi tiga permasalahan yang kini dihadapi oleh para perajin alas kaki. Pihaknya menjamin kemudahan untuk perajin alas kaki terkait
permodalan dari Perbankan.

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Bank yang punya fasilitas KUR (Kredit Usaha Rakyat) supaya bisa memberikan kemudahan dana permodalan," terangnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga mengikuti misi dagang program dari Pemprov Jatim yang menawarkan beberapa produk unggulan ke seluruh sektor jejaring berskala Nasional dan Internasional. Dari misi dagang tersebut melibatkan pelaku usaha misalnya dari Pemprov Jatim akan membawa contoh barang produksi itu untuk dipertemukan dengan Buyer atau Investor.

"Seperti misi dagang Pemprov Jatim kemarin di Medan, menjadikan pelaku usaha alas kaki kita ada jejaring baru pemesannya juga lumayan hampir 500 kodi," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved