Gunung Semeru Erupsi

Gunung Semeru Erupsi, BNPB : Waspada Potensi Luncuran Awan Panas di Kawah Jonggring Saloko

Gunung Semeru menyemburkan awan panas yang teramati bergerak sejauh 750 meter dari kawah utama.

Gunung Semeru Erupsi, BNPB : Waspada Potensi Luncuran Awan Panas di Kawah Jonggring Saloko
surya/hayu yudha prabowo
Pesawat militer terbang dengan latar belakang Gunung Semeru saat difoto dari Kota Malang, Jumat (4/1/2019). 

SURYA.co.id | LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melarang warga mendekati Kawah Jonggring Saloko, menyusul erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/3/2020) pukul 17.33 WIB.

“Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi luncuran awan panas di Kawah Jonggring Saloko agar fenomena alam tersebut tidak menjadi bencana,” terang Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dalam rilis resminya, Rabu (4/3/2020).

Akibat letusan, Gunung Semeru menyemburkan awan panas yang teramati bergerak sejauh 750 meter dari kawah utama.

Luncuran awan panas itu mengarah ke Besuk Kembar dan Besuk Bang.

“Sementara amplitudo maksimal 23 milimeter dan lama gempa 540 detik,” jelasnya.

Sejak 1 Maret 2020, Semeru tercatat menunjukkan peningkatan aktivitas.
Di tanggal yang sama, gunung setinggi 3.676 mdpl ini meletus sebanyak 49 kali dan mengeluarkan lava pijar 14 kali.

Meski demikian, status Gunung Semeru masih tetap level II alias waspada.

“Fenomena alam tersebut sudah sering terjadi dan kondisi saat ini masih aman dan terkendali, pungkas Agus. (Aminatus Sofya)

Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved