Perahu Penyeberangan Terbalik di Jombang
Pencarian Korban Perahu Penyeberangan Terbalik di Jombang Diperluas Hingga 16 Kilometer
Radius pencarian korban diperluas dari 7 kilometer hingga puluhan kilometer di sepanjang aliran sungai Brantas.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | JOMBANG - Tim Sar gabungan memperluas radius jelajah pencarian terhadap empat korban perahu penyeberangan yang terbalik dan tenggelam di Sungai Brantas di Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Minggu (1/3/2020).
Komandan Tim Basarnas Jatim, Novik Heriyadi, mengatakan pencarian korban difokuskan di titik kejadian perahu penyeberangan tenggelam di sisi bawah DAM pintu air karet.
Kondisi arus sungai Brantas sangat deras.
Perahu tersebut mengalami Trouble mesin sehingga terseret arus Brantas sekitar 400 meter dari tambangan (Tempat bersandar perahu).
Radius pencarian korban diperluas dari 7 kilometer hingga puluhan kilometer di sepanjang aliran sungai Brantas.
"Pencarian korban dengan melakukan penyisiran di sungai Brantas dengan 4 perahu karet radius lebih dari 16 kilometer dari titik awal kejadian laka air tenggelamnnya perahu penyeberangan tersebut," ungkapnya di lokasi kejadian, Minggu (1/3/2020).
Novik menjelaskan sesuai prosedur proses pencarian korban dilakukan selama tujuh hari kedepan.
Pencarian korban juga melibatkan masyarakat setempat yang berada di sisi sungai Brantas.
"Sesuai SOP pencarian korban 7 hari jika melewati itu akan dilakukan penghentian sementara yang dilanjut dengan pemantauan," jelasnya.
Ditambahkannya, Tim Sar gabungan membuka posko Operasi Pencarian dan Pertolongan sekitar 300 meter dari DAM pintu air Karet.
Di sela dilakukan koordinasi untuk memetakan titik lokasi pencarian.
"Meski cuaca hujan pencarian tetap dilakukan," ujar Novik. (don/ Mohammad Romadoni).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tim-sar-gabungan-menggunakan-perahu-karet.jpg)