Breaking News:

5 Fakta Video Bu Guru Merangkak di Dalam Kelas, Disuruh Wali Murid Karena Tak Terima Anaknya Dihukum

Bu guru itu merangkak karena desakan dari wali murid yang tidak terima anaknya dihukum.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Facebook
5 Fakta Video Bu Guru Merangkak di Dalam Kelas, Disuruh Wali Murid Karena Tak Terima Anaknya Dihukum 

Astiah pun tidak menyangka dirinya diserang di tengah aktifitas pembelajaran.

Alhasil, kejadian ini turut disaksikan siswa SD yang diajarnya.

Setelah diusut lebih lanjut, penyebab Astiah dikeroyok dipicu adanya perkelahian antar murid di dalam kelas.

Astiah yang mengetahui aksi tersebut tentu berusaha menghentikan perkelahian dengan melerai keduanya.

Meski sudah didamaikan, salah seorang wali murid ternyata tidak terima dengan keputusan tersebut.

"Tapi orangtua salah satu siswa tidak terima. Padahal sudah didamaikan," katanya.

Wali murid yang tidak terima ini lantas mendatangi Astiah yang sedang mengajar dan langsung menyerangnya.

Diduga, pelaku marah kepada Astiah karena tidak terima lawan anaknya tidak dihukum.

Akibat pengeroyokan ini, Astiah mengalami luka di wajah.

5. Lapor Polisi

Akibat peristiwa ini, Astiah didampingi pihak sekolah lantas mengambil jalur hukum untuk menuntaskan kasus ini.

Astiah telah melaporkan pelaku pengeroyokan ke Polsek Somba Opu.

Kepala SD Negeri Pa'bangiang, Nurjannah yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Kami bawa kasus ini ke ranah hukum. Siswa yang bersangkutan juga akan kami keluarkan dari sekolah," ungkapnya.

Kapolsek Somba Opu membenarkan laporan kasus guru SD dikeroyok orang tua murid ini.

"Iya, sudah ada masuk laporannya. Sementara kita masih proses penyelidikan terkait kasus ini.," kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Syafei.

"Untuk perkembangan selanjutnya nanti kita sampaikan," bebernya saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Beberapa jam setelah diadukan korban, polisi kemudian menangkap pelaku di rumahnya.

Dua pelaku kasus penganiayaan terhadap guru SD Negeri Pa'bangiang telah ditangkap oleh aparat Polsek Somba Opu Kabupaten Gowa.

Kedua pelaku yang merupakan saudara kandung ditangkap pada pukul 21.30 Wita dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polsek Somba Opu.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku," kata Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M Tambunan, Rabu (4/9/2019) malam.

Meski demikian, keduanya belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dilakukan pemeriksaan.

"Saat ini masih saksi. Info lengkap akan kita rilis esok," imbuhnya ketika dikonfirmasi soal status pelaku.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved