Viral Media Sosial
4 FAKTA Penabrak Ibu Hamil setelah Korban & Janinnya Tewas: Syok, Tak Nafsu Makan & Nasib 3 Anaknya
Sosok Firda Meisari (28), wanita yang tabrak ibu hamil sampai tewas di Gang Madat, Jalan Palmerah Utara IV, RT 13 RW 06, Palmerah, Jakarta Barat jadi
SURYA.CO.ID I JAKARTA - Sosok Firda Meisari (28), wanita yang tabrak ibu hamil sampai tewas di Gang Madat, Jalan Palmerah Utara IV, RT 13 RW 06, Palmerah, Jakarta Barat jadi sorotan.
Setelah peristiwa tragis itu, Firda Meisari sempat ditahan 4 hari di Polres Metro Jakarta Barat sebelum akhirnya dilepas.
Firda dilepas setelah mengajukan penangguhan penahanan dengan jaminan keluarga.
Lalu, siapa sebenarnya Firda Meisari?
Berikut uraiannya:
1. Punya suami warga Nigeria
Sosok suami Firda terungkap karena saat kejadian, dia ditemani sang suaminya.
Saat itu Firda berada di belakang kemudi, sementara sang suami yang warga Nigeria berada di sampingnya.
Diduga pelaku kala itu salah menginjak pedal, yang seharusnya ia menginjak rem namun malah menginjak pedal gas.
Wardi (45) salah satu rekan korban yang menyaksikan kecelakaan mengatakan hal serupa.
"Dia lagi belajar, orang sempat berhenti lama di depan. Pas korban nyeberang, kemungkinan dia salah injek pedal, niatnya mau injek rem malah nginjek gas," papar Wardi.
Korban bernama Erlinda yang diketahui tengah hamil enam bulan, saat itu sedang berjalan untuk menghampiri suaminya yang menunggu di sebrang jalan.
Didekat Erlinda terdapat mobil Toyota Rush yang dikemudikan Firda tengah diam terparkir di bahu jalan.
Ketika Erlinda berjalan mendekati mobil tersebut, tiba-tiba saja mobil itu bergerak melaju.
Erlinda pun tak kuasa menghindar dan akhirnya tertabrak hingga menghantam tiang listrik.
Suami Erlinda yang menunggu di sebrang jalan pun terlihat syok dan langsung menghampiri sang istri yang berlumuran darah untuk menolongnya.
Namun nahas, nyawa Erlinda dan bayinya tak tertolong setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
2. Pelaku Syok hingga Tak Nafsu Makan

Firda Meisari tampak masih terpukul atas kejadian yang ia alami.
Saat berada di ruang pemeriksaan Satlantas Jakarta Barat, pikirannya begitu kosong.
Berulang kali, ia hanya melamun dan menangisi apa yang dia perbuat terhadap seorang wanita hamil, nafsu makannya pun sama sekali tak ada.
"Pelaku begitu menyesal, saat diperiksa saja dia bengong terus dan enggak nafsu makan. Katanya dia ketakutan karena mengaku masih selalu terbayang-bayang kejadian itu," kata Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko menceritakan perilaku Firda saat ditemui di Pos Lantas Slipi, Jakarta Barat, Jumat (28/2/2020).
Hari memahami bahwa Firda begitu trauma, mengingat antara pelaku dan korban sama-sama perempuan.
"Ya namanya pelaku dan korban kan sama-sama perempuan, apalagi korban juga lagi hamil jadi pasti dia begitu ketakutan lah," kata Hari.
3. Tanggung semua biaya perawatan korban

Menurut Kasat Lantas Jakarta Barat, Kompol Hari Admoko, selain menyesali perbuatannya, korban juga begitu bertanggungjawab terhadap korban dan keluarganya.
Adapun saat kejadian, pelaku dan suaminya yang membawa korban ke Rumah Sakit Bakti Mulia untuk mendapat pertolongan medis.
Bahkan, kata Hari, pelaku sudah mengeluarkan uang sampai Rp 70 juta untuk membayar pengobatan hingga pemakaman korban dan cabang bayinya yang dikebumikan di kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.
Diketahui, pasca kecelakaan, korban sempat menjalani operasi kuret untuk mengeluarkan janin enam bulannya yang meninggal dunia.
Beberapa jam kemudian, akhirnya korban yakni Erlinda (27) yang menghembuska nafas terakhirnya.
"Pelaku juga sudah meminta maaf dengan keluarga korban dan dia bertangggungjawab penuh mulai dari biaya rumah sakit hingga pemakaman," kata Hari
4. Punya 3 anak kecil
Firda ternyata memiliki tiga anak yang masih kecil.
Karena pertimbangan kemanusiaan, penahanan Firda akhirnya ditangguhkan polisi sejak Kamis (27/2/2020).
Selain itu juga ada penjamin dari pihak keluarga.
Sebelumnya, Firda sempat ditahan empat hari sejak peristiwa tragis tersebut terjadi.
Namun kini FR dapat menghirup udara bebas.
"Tersangka dilakukan penangguhan penahanan," kata Kepala Unit Kecelakaan dan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat AKP Teguh saat dikonfirmasi Jumat (28/2/2020).
"Jadi bisa saya sampaikan dari yang bersangkutan kami mintai keterangan pada hari Senin, selanjutnya kami tetapkan sebagi tersangka dan kami amankan (tahan)," kata Teguh.
• 5 Fakta Video Bu Guru Merangkak di Dalam Kelas, Disuruh Wali Murid Karena Tak Terima Anaknya Dihukum
• Terungkap Penyebab Pria Tergeletak di Pinggir Warung akhirnya Tewas di Situbondo
Dambakan Bayi 6 tahun

Meninggalnya Erlinda dan janinnya ini menjadi pukulan besar bagi keluarganya.
Pasalnya, Erlinda dan suaminya telah menantikan momongan sejak enam tahun pernikahannya.
Wardi (45) salah satu rekan korban yang menyaksikan kecelakaan itu mengatakan, korban memang sedang mengandung anak pertamanya yang begitu dinantikan lantaran sudah menanti selama enam tahun.
"Korban ini hamil mau tujuh bulan, ini anak pertama sudah enam tahun nikah," kata Wardi.
Wardi mengatakan, beberapa jam pasca kejadian, setelah dibawa ke rumah sakit, awalnya janin yang dikandung korban dinyatakan meninggal dunia.
Adapun korban menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (23/2/2020) pagi. Sedangkan sang suami selamat.
"Keduanya langsung dibawa ke kampungnya untuk dimakamkan disana," kata Wardi.
Hingga Kamis (28/2/2020), keluarga Erlinda masih berada di kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.
Hal tersebut disampaikan Hanafi, tetangga keluarga korban saat TribunJakarta.com mendatangi kediaman keluarga Erlinda di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Elinda diketahui mengontrak rumah di kawasan Batusari, Kebon Jeruk, Jakarta Barat bersama suaminya.
"Kemungkinan hari Minggu atau setelah tujuh hari tahlilan wafatnya korban baru pada balik," kata Hanafi, Jumat (28/2/2020).
Hanafi mengatakan, sejak dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Bhakti Mulia, Slipi, jenazah korban dan janinnya yang lebih dulu meninggal langsung dibawa ke kampung halamannya di Pati, Jawa Tengah.
"Jadi enggak dibawa kesini atau ke kontrakannya, tapi langsung dibawa ke Pati," kata Hanafi.
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Penabrak Wanita Hamil Mengaku Masih Dibayangi Ketakutan, Terus Bengong hingga Tak Nafsu Makan