Perbankan
Strategi BTN Gaet Milenial agar Lebih Akrab dengan Pembiayaan Perumahan di Era Digital
Digitalisasi mengharuskan Bank BTN melakukan pembaharuan layanan, sesuai dengan fokus utama Bank BTN yakni Kredit Kepemilikan Rumah (KPR)
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id|MADIUN - Generasi milenial cenderung doyan menghabiskan penghasilan atau tabungan untuk kebutuhan sekunder. Mereka tidak menempatkan kebutuhan sandang atau rumah sebagai kebutuhan primer.
Padahal, kenaikan harga rumah tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan atau penghasilan yang mereka terima.
Namun, tidak semua generasi milenial memiliki pandangan demikian. Misalnya Danang Guna Saputra. Pegawai Bea Cukai yang masih berusia 23 tahun ini memutuskan untuk membeli sebuah rumah di Kota Madiun sejak dini.
Pria lajang ini memutuskan mengambil rumah melalui program KPR Gaeesss dari Bank Tabungan Negara (BTN), akhir pertengahan 2018, lalu. Menurutnya, KPR Gaeess! dari BTN sesuai dengan kebutuhan dan karakter generasi milenial yang ingin mendapatkan hunian murah, secara cepat, mudah dan terjangkau.
"Justru itu, kalau yang lain itu pingin beli mobil atau gadget, saya mikirnya yang lain. Saya mikirnya yang jangka panjang dulu, mumpung belum ada tanggungan. Mumpung masih belum nikah, karena rumah yang paling berat, kalau mobil dua atau tiga tahun bisa lunas," katanya, Selasa (25/2/2020) siang.
Warga yang tinggal di Jalan Sri Rahayu Kota Madiun ini membeli rumah tipe A3 di Perumahan Citra Puri Kalingga di, Kota Madiun. Danang memutuskan membeli rumah lewat fasilitas KPR BTN, setelah sebelumnya mencari informasi bank mana yang memberikan kemudahan kredit dalam jangka waktu yang lama.
"Saya cari-cari informasi, ternyata yang paling berani ngasih termin KPR-nya paling banyak BTN, bisa 30 tahun, akhirnya saya ke BTN," kata Danang yang membeli rumah seharga Rp 812 juta.
Selain itu, ia merasa ada banyak kemudahan dengan program KPR Gaeess!, di antaranya pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, serta biaya provisi dan administrasi.
Kebutuhan Primer
Kepala Cabang BTN, Indrasakti Agung menuturkan, kebutuhan primer manusia yang terdiri dari kebutuhan sandang, pangan dan perumahan (papan) merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi guna menciptakan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat pada berbagai strata ekonomi.
Salah satu kebutuhan paling krusial ini adalah kebutuhan akan perumahan yang dapat dijangkau masyarakat berpendapatan menengah ke bawah sekalipun. Hal ini dikarenakan perumahan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup baik secara individu maupun bersama keluarganya
"Untuk membeli rumah setiap orang harus memiliki biaya yang cukup besar. Seseorang dapat membeli rumah secara tunai apabila memiliki jumlah uang yang sesuai dengan harga rumah yang diinginkan,"kata Agung.
Namun, lanjut Agung, seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi dapat berubah-ubah, harga kebutuhan pokok juga semakin naik, maka kebutuhan yang diinginkan semakin sulit untuk dibeli. Sementara, generasi milenial lebih banyak membelanjakan uangnya untuk traveling, nongkrong, dan belanja.
"Kebutuhan milenial itu traveling, nongkrong dan belanja. Mereka lebih banyak mengeluarkan uang, di situ daripada harus nabung dan beli properti," katanya.
Digitalisasi BTN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kpr-milenial-btn.jpg)