Citizen Reporter

Seruput Kopi Terbaik di Tepi Jalan, Seduhan Himung Kopi

Selain kota dingin, Malang juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik. Beragam jenis kopi dapat ditemui di daerah ini.

Seruput Kopi Terbaik di Tepi Jalan, Seduhan Himung Kopi
citizen reporter/Hasbilah Ahmad Ferdianto
Andik Destanto pendiri Himung Kopi menyeduh kopi terbaik di tepi jalan.

Himung Kopi bisa disebut kafe kopi pinggir jalan. Itu benar-benar kopi yang diseduh di pinggir jalan. Andik Destanto pendiri Himung Kopi, yang berjualan kopi dengan sepeda, mulai berjualan kopi Maret 2019 di Fly Over Kota Lama di daerah Mergosono, Kota Malang.

"Sampai sekarang masih konsisten berjualan kopi di pinggir jalan dengan sepeda kesayangan," ujarnya, Minggu (16/2/2020).

Malang juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi terbaik. Beragam jenis kopi dapat ditemui di daerah ini. Kualitasnya tidak perlu diragukan.

Sebut saja kopi Dampit, kopi yang diakui kualitas dan rasanya oleh dunia. Hal itu dibuktikan dengan adanya sertifikat 4C (Common Code for the Coffee Community) yang dikeluarkan oleh asosiasi industri kopi dunia yang berpusat di Bonn, Jerman.

Selain memiliki beragam jenis kopi berkualitas, ada beragam cara untuk menikmatinya. Kopi bisa diminum tidak hanya di warung kopi, kedai kopi atau kafe, tetapi juga di pinggir jalan. Salah satunya sepeda kopi. Sepeda kopi ini bisa ditemui di sebelah selatan Fly Over Kota Lama.

Andik memilih menggunakan sepeda untuk jualan kopi karena sesuai dengan hobinya. Ia mengaku lebih menikmati berada di jalan untuk melayani sekaligus memperkenalkan berbagai jenis kopi asli Malang.

"Kebanyakan orang-orang yang kesehariannya bekerja di jalanan kurang begitu tahu tentang jenis-jenis kopi, begitu pun dengan cara penyajiannya. Di sini saya mencoba menawarkan dan memperkenalkan hal itu kepada mereka," ujarnya.

Andik yang juga hobi bersepeda itu mengaku jalanan menjadi tempatnya yang nyaman untuknya berjualan kopi. Ia dapat berbaur dengan masyarakat luas tanpa ada sekat yang membatasinya.

"Saat saya berjualan kopi di jalanan, serasa tidak ada pintu yang membatasi saya dan pengguna jalan lainnya. Siapa pun dapat melihat dan bertanya tentang proses yang saya lakukan dalam menyeduh kopi," katanya.

Harga yang dipatok cukup terjangkau bagi penikmat kopi dari masyarakat umum. Pengguna jalan yang tidak terbiasa atau merasa minder untuk pergi ke kafe bisa datang ke Himung Kopi.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved