Berita Gresik
Saat Warga Desa Doudo di Gresik Utara Mendapat Pelatihan Tanggap Darurat Bencana
Meski berada di dataran tinggi dan jauh dari laut, tetapi potensi bencana di desa dengan 330 kepala keluarga (KK) itu adalah kebakaran.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | GRESIK - Warga Desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik mendapat pelatihan tanggap darurat, Kamis (20/2/2020).
Meski berada di dataran tinggi dan jauh dari laut, tetapi potensi bencana di desa dengan 330 kepala keluarga (KK) itu adalah kebakaran.
Sejumlah ibu-ibu melihat sendiri sejumlah api di dalam tong.
Petugas memberikan arahan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Selain itu, juga menggunakan kain untuk memadamkan api.
Kepala Desa Doudo, Sutomo menjelaskan, di desanya memang jauh dari bencana tsunami maupun gempa tektonik karena jauh dari gunung berapi, namun musibah tidak dapat diprediksi.
Potensi bencana di Desa Doudo adalah kebakaran.
Beberapa waktu lalu ada kebakaran yang melanda sehingga ternak ayam warga hangus terbakar.
"Pengalaman kejadian kebakaran, kandang ayam terbakar. Suatu saat menimpa, sebelum itu terjadi, Pemdes memberikan gagasan harus ada sebagian warga tanggap darurat," ujarnya, Kamis (20/2/2020).
Selain kebakaran, pihaknya juga memberikan pengajuan pelatihan tanggap darurat bencana lain, seperti bencana berupa angin kencang.
"Mungkin itu yang kemudian. Kami di sini juga belum punya sumur serapan, dan biopori perlu ditambah," kata dia.
Untuk mengurangi risiko bencana itu, Pertamina EP Asset 4 Field Poleng melatih sejumlah kader Desa Doudo tanggap darurat bencana.
Berbasis partisipasi masyarakat, kegiatan penanggulangan bencana ini turut melahirkan tim organisasi penanggulangan keadaan darurat (OPKD) Desa Doudo yang diresmikan pada hari yang sama.
Kader safety yang tergabung dalam tim ini adalah warga yang nantinya khusus diajarkan mengenai aspek safety secara rutin, berikut pencegahan dan penanganannya.
Pelatihan tanggap darurat bencana ini masih dalam rangka memperingati bulan K3 Nasional dan menjadi program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk mengedukasi serta menyediakan sistem tanggap darurat bencana dan mengurangi indeks resiko bencana.
Selain memberikan pelatihan, PEP Polenhg Field juga menyerahkan 10 buah peralatan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang akan diposisikan di berbagai fasilitas umum di Desa Doudo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelatihan-tanggap-darurat-bencana.jpg)