Berita Jember
Staf Bank Indonesia Jember Kaget Dapat Info Soal Bom. Ternyata Cuma Simulasi
"Infonya ada temuan bom. Wah, siapa yang tidak kaget. Turun pakai tangga. Saking nggak sempatnya, sampai nggak pakai sepatu," ujar Marisa.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | JEMBER - Marisa, pegawai Bank Indonesia (BI) Jember harus bergegas turun dari lantai 3 ruang kerjanya di Kantor BI Jember, Jl Gajah Mada, Jember, Rabu (19/2/2020) pagi.
Dia bergegas turun memakai tangga. Dia tidak sendiri, namun bersama pegawai lain, juga sejumlah mahasiswa yang sedang magang di BI Jember.
Mereka bergegas turun karena ada informasi temuan barang mencurigakan.
"Infonya ada temuan bom. Wah, siapa yang tidak kaget. Turun pakai tangga. Saking nggak sempatnya, sampai nggak pakai sepatu," ujar Marisa. Ketika ada informasi bom itu, dirinya sedang berdiskusi sambil duduk lesehan tanpa mengenakan alas kaki.
Marisa tidak sendiri. Seorang mahasiswa juga tidak memakai alas kaki saat informasi temuan bom itu disuarakan melalui pengeras suara yang tersambung di seluruh bangunan. Plus berbunyinya alarm peringatan tanda bahaya.
"Ternyata ini simulasi. Betulan, tidak ada informasi kalau hari ini ada simulasi penanganan darurat bom dan kebakaran. Tapi karena sebelumnya sudah ada pelatihan pengurangan risiko bencana, saya tahu cara mengevakuasi diri. Termasuk turun memakai tangga, dan tidak memakai lift," imbuhnya.
Rabu (19/2/2020) pagi, memang digelar simulasi di Kantor BI Jember. Simulasinya adalah simulasi penanganan keadaan darurat. Kali ini kondisi darurat yang disimulasikan adalah keberadaan barang mencurigakan dan kebakaran. Barang mencurigakan itu digambarkan sebuah bom.
Simulasi ini tidak diberitahukan kepada pegawai. Hanya orang-orang tertentu di BI Jember yang mengetahuinya. Walhasil, para pegawai secara serius dan cepat mengevakuasi diri ketika informasi keadaan darurat itu tersebar.
"Wah pada pucat semua," kata Kepala Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo.
Hestu mengakui, simulasi itu tidak diberitahukan secara terbuka kepada pegawai BI Jember. Hal ini untuk mengetahui seberapa sigap dan cepat, pegawai BI bertindak menghadapi keadaan darurat. 'Termasuk menyelamatkan diri. Ternyata tadi cepat, ketika ada informasi keadaan darurat dan alarm berbunyi. Semua berkumpul di titik aman, sambil menunggu personel Brimob datang," kata Hestu.
Di simulasi itu digambarkan, petugas kebersihan BI Jember mendapati barang mencurigakan di ruang lobi. Temuan itu disampaikan kepada Satuan Pengamanan (Satpam). Satpam lantas memberitahui pimpinan, dan pihak kepolisian.
Tidak lama kemudian, tim Brimob dari Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim yang bermarkas di Kabupaten Bondowoso tiba. Mereka mengevakuasi bom tersebut. Bom kemudian diledakkan di halaman BI Jember yang luas.
Pegawai BI dan siapapun dilarang mendekati area peledakan. Seorang petugas memakai baju pengaman 'body-armor' meledakan bom tersebut. Setelah peledakan berhasil, petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Jember menyemprotkan air ke lokasi peledakan, dan sekitarnya.
Hestu mengatakan simulasi penanganan keadaan darurat itu merupakan program rutin tiap tahun di BI. "Ini merupakan program mitigasi pengurangan bencana, juga keadaan darurat. Tahun lalu, simulasi ada bencana gempa. Sekarang saat menghadapi kondisi darurat, adanya temuan barang mencurigakan dan kebakaran. Ternyata pegawai sudah cepat dan tanggap," imbuh Hestu.
Sedangkan Wakil Komandan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim, Iptu Agus Hari Widodo mengatakan, simulasi berjalan lancar. Dia mengakui, rencana simulasi tersebut tidak dibocorkan kepada pegawai. Hal itu untuk melihat seberapa serius dan tanggap, warga terhadap keadaan darurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/simulasi-bom-di-bank-indonesia-jember.jpg)