Finansial

Spin Off Bank Jatim Syariah Ditarget Setelah Aset Capai Rp 6 Triliun, Ini Alasannya

Rencana Bank Jatim yang akan melepas Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Bank Jatim Syariah tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini

Spin Off Bank Jatim Syariah Ditarget Setelah Aset Capai Rp 6 Triliun, Ini Alasannya
habibur rohman/surya
Rencana Bank Jatim yang akan melepas Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS) atau Bank Jatim Syariah tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana Bank Jatim yang akan melepas Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS) atau Bank Jatim Syariah tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Menurut Pgs Direktur Utama PT Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha, salah satunya adalah harus meningkatkan aset lebih dulu.

"Kendala teknis ada karena aset, penyertaan modal, laba dan sebagainya," kata Ferdian.

Untuk masalah aset, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai pemilik saham terbesar di Bank Jatim menginginkan UUS bisa BUS, setelah asetnya meningkat.

"Kalau tahun depan, aset kami harapkan bisa Rp 4 triliun, dan meningkat lagi antara Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun dan dianggap cukup kalau menjadi BUS. Namun saat ini baru Rp2,8 triliun," jelas Ferdian, Senin (17/2/2020).

Kendala lainnya, adalah terkait penyertaan modal. Karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta modal minimal Rp1 triliun.

Dari jumlah itu, Pemprov Jatim menyetorkan Rp 525 miliar sisanya dari internal Bank Jatim.

"Saat ini Pemprov Jatim masih fokus ke bidang pendidikan jadi harus bersabar dulu," tambah Ferdian.

Selain itu, Bank Jatim juga menunggu kinerja UUS ini bisa lebih baik jika spin off dilakukan setahun atau dua tahun mendatang.

Apalagi target OJK maksimal 2023 spin off ini harus dilakukan.

"Masih cukup waktu untuk menggenjot kinerja, sehingga laba juga semakin meningkat. Tahun lalu saja labanya sudah mencapai Rp7 miliar. Dan kami yakin tahun-tahun berikutnya akan semakin meningkat," jelas Ferdian.

Untuk meningkatkan kinerja UUS ini, Ferdian mengaku akan melakukan berbagai cara, terutama menggenjot pembiayaan.

Selama ini pembiayaan untuk UUS ini lebih banyak ke perumahan syariah dan ritel.

Ke depan akan semakin digenjot ke lembaga-lembaga pendidikan Islam baik dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

"Saat ini sudah ada satu lembaga pendidikan tinggi yang sudah bekerjasama dengan unit syariah Bank Jatim," tandas Ferdian.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved