Warga Jatim Pulang dari Wuhan
Rindu dan Senang Sang Kakak Pulang Dari Natuna, Gadis Asal Surabaya Ini Bawa Hadiah Boneka
Diany Nursaufika tak dapat menyembunyikan rasa rindunya kepada sang kakak, Diany Luciana Aisyah, mahasiswa asal Surabaya yang pulang dari Natuna
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Cak Sur
SURYA.co.id | SURABAYA - Diany Nursaufika tak dapat menyembunyikan rasa rindunya kepada sang kakak, Diany Luciana Aisyah, salah satu mahasiswa asal Surabaya yang pulang dari Natuna pasca masa observasi setelah dievakuasi dari Wuhan, China.
Saking gembiranya, dia membawakan boneka dan cokelat kepada kakaknya yang baru tiba itu.
Gadis cantik yang biasa dipanggil Pipit itu, mengaku sudah sangat rindu dengan kakaknya dan tak sabar menunggu untuk bertemu.
Bahkan, saat menunggu sang kakak di Bandara Juanda, ia terus memeluk boneka Winnie the Pooh yang akan ia berikan kepada sang kakak.
"Saya bawa boneka sama cokelat, ini untuk kakak," katanya, Sabtu (15/2/2020).
Katanya, boneka merupakan barang kesukaan sang kakak, yang jauh-jauh hari sudah ia siapkan sebelum sang kakak tiba di Surabaya.
Sedangkan untuk cokelat, sengaja ia bawa lantaran masih dalam momen valentine.
Boneka serta cokelat itu, ia mengaku, didapat dari hasil patungan dengan adik bungsunya, hanya untuk sang kakak yang baru pulang dari Natuna.
Pipit mengaku sudah tak bertemu dengan kakaknya, sekitar selama enam bulan lamanya. Kakaknya yang merupakan mahasiswa Unesa itu mendapat beasiswa ke Wuhan, China.
Meski kerap berkomunikasi via seluler, namun Pipit mengaku kerinduannya belum terbayar sebelum bertemu langsung dengan sang kakak.
"Kangen, sudah enam bulan ditinggal ke sana sama kakak," kisahnya sambil berurai air mata.
Saat berkisah itu, matanya nampak memerah, seolah tak dapat menyembunyikan kesedihannya.
Dia mengaku memang sangat dekat dengan sang kakak yang tengah menempuh pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin tersebut.
Siswa kelas sebelas SMA Ta'miriyah Surabaya itu, mengaku akan memeluk erat sang kakak saat bertemu langsung.
"Terus bilang kangen gitu ke kakak," ujarnya menambahkan.
Berdasarkan informasi, 34 warga Surabaya yang di antaranya merupakan mahasiswa telah pulang dari Natuna, setelah dievakuasi dari Wuhan, China.
Di Natuna mereka menjalani masa karantina sebelum akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing.