Berita Tuban

Seruan Penilik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban terkait Kemelut yang hingga kini Tak Kunjung Selesai

Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro berkomentar atas keributan pengurus yang tak kunjung usai.

Seruan Penilik Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban terkait Kemelut yang hingga kini Tak Kunjung Selesai
surya.co.id/m sudarsono
Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro. 

SURYA.co.id | TUBAN - Ketua Penilik Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Alim Sugiantoro berkomentar atas keributan pengurus yang tak kunjung usai.

Alim sangat menyayangkan gesekan antarpengurus hingga berujung pidana terhadap wakil ketua umum TITD Kwan Sing Bio, Liu Pramono yang divonis enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tuban, Kamis (13/2/2020).

Padahal, harusnya setiap permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Saya sangat menyayangkan masalah ini, harusnya tidak perlu terjadi jika semua mengedepankan kekeluargaan," ujar Alim kepada wartawan, Jumat (14/2/2020).

Ketua penilik Kwan Sing Bio itu meminta semua pengurus agar menghormati kesakralan Kelenteng, yang terdapat tiga agama atau ajaran yaitu Konghucu, Budha dan Tao.

Dia menegaskan agar semua masalah yang terjadi hendaknya diselesaikan secara musyawarah ataupun kekeluargaan.

Jika memang umat menghendaki pemilihan pengurus maka harus dilakukan sebaik-baiknya, mengingat pengurus sudah demisioner lama sekali.

"Saya meminta jika ada permasalahan pengurus di kelenteng maka harus diselesaikan secara kekeluargaan, kita harus menjunjung tinggi perdamaian," pungkas Alim.

Sekadar diketahui, kasus bermula saat Bambang Djoko Santoso melaporkan Liu Pramono lantaran memalsukan dokumen atau surat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban di tahun 2018 silam.

Surat yang dipalsukan tersebut terkait membuat dokumen untuk menghadiri Kongres Pemuda Agama Konghucu Indonesia di Jakarta pada tanggal 9 - 11 September 2018.

Setelah dilaporkan, Liu ditetapkan tersangka oleh polisi hingga divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Tuban dengan hukuman pidana 6 bulan penjara.

--

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved