Kuliner
Mencicipi Giant Pizza Ala Pizza e Birra yang Cocok Disantap Rame-rame
Berbeda dengan pizza yang biasanya berukuran 15 sampai 35 sentimeter, giant pizza ala Pizza e Birra berukuran lebih besar, yakni 46 sentimeter.
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Pizza menjadi sajian kuliner yang banyak digemari. Hidangan sejenis roti bundar dan pipih yang dipanggang ini kerap disantap ramai-ramai.
Tak ketinggalan, makanan dengan rasa khas gurih ini juga disajikan di Pizza e Birra. Salah satunya giant pizza.
Berbeda dengan pizza yang biasanya berukuran 15 sampai 35 sentimeter, giant pizza ala Pizza e Birra berukuran lebih besar, yakni 46 sentimeter.
"Giant pizza pakai style US. Teksturnya lebih tipis dari pizza pada umumnya. Selain itu rasanya juga lebih kriuk. Di sini kami menyajikannya dengan ukuran besar," ungkap Dionisius Evan, marketing communication and promotion Pizza e Birra saat ditemui di Pizza e Birra Surabaya.
Teksturnya yang unik, lanjutnya, membuat sajian tersebut banyak dipilih untuk menghabiskan waktu bersama.
"Karena ukurannya yang besar, pizza ini bisa dinikmati sampai empat orang. Sajian ini memang menjadi salah satu yang favorit. Kami menyediakan empat varian, ada pepperoni, margherita, bianca, dan mushy mushroom," ia menerangkan.
Varian pepperoni memberikan cita rasa gurih pepperoni. Ditambah dengan saus tomat dan keju mozarella, serta parmesan.
Sementara varian bianca menyuguhkan perpaduan el diablo sauce dan white sauce. Ada juga rasa klasik saus tomat, mozarella, dan daun basil segar pada varian margherita. Bagi pecinta jamur, bisa memilih varian mushy mushroom yang bertabur jamur yang melimpah.
Untuk mencicipinya, bisa memilih kombinasi, seperti kombinasi pepperoni dan margherita.
Executive Chef e Birra, Andreas Gressa mengatakan, pizza tersebut menyuguhkan cita rasa rempah yang khas.
"Saya beri campuran oregano, rosemary segar, dan sebagainya. Selain itu juga cita rasa keju mozarella dan chili yang khas. Rasa gurih yang dikeluarkan pepperoni bercampur dengan gurih asam pure saus tomat margherita, berpadu dengan kelembutan mozarella," ungkap Chef Andreas.
Pizza tersebut, katanya, memang dibikin tidak terlalu berat. Cocok bagi yang ingin ngemil pizza tapi tidak ingin terlalu kenyang.
"Pizzanya ringan dan crunchy. Meskipun sudah dingin, teksturnya tidak keras. Hal ini karena kami menyimpan adonannya dengan suhu yang pas," Chef Andreas memaparkan.
Untuk membuatnya, ia mengatakan, tidak jauh berbeda dengan pizza pada umumnya. Setelah disimpan dalam suhu yang ditentukan dalam wadah, adonan dibentuk sesuai ukuran.
"Setelah itu baru diberi bumbu sesuai orderan. Untuk varian margherita, misalnya, dikasih herbs dan keju mozarella," ungkapnya.
Selesainya, lanjut Chef Andreas, baru dimasukkan ke dalam oven. Dicek dua menit pertama dan dua menit kedua untuk mempertahankan agar tidak terlalu hitam, juga untuk mengolesinya dengan minyak.
"Diovennya sekitar lima sampai tujuh menit," katanya.
Jika ingin pizza dengan ukuran lebih kecil, bisa memilih detroit style pizza yang hadir dengan lima pilihan rasa, seperti cheese burger, chicken pesto, meat lover, greek town, dan pepperoni.
Pita, seorang pelanggan Pizza e Birra Surabaya tampak lahap menikmati giant pizza bersama teman-temannya.
"Yang pepperoni bener-bener full pepperoninya, berlimpah. Margherita juga terasa tomatto sauce sama mozarella-nya. Ditambah rasa rempah-rempah termasuk fresh basil. Saya pribadi suka pizza yang tidak terlalu tebal seperti ini," kata Pita.
Lanjutnya, meski demikian, tekstur pizza-nya tetap terasa empuk dan crunchy pada pinggirannya.
"Tadi sekitar ada 8 slice. Makan dua potong sudah cukup, nggak terlalu kenyang. Recomended sih, affordable juga," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/giant-pizza-di-surabaya.jpg)