Minggu, 26 April 2026

Pemprov Jatim

Jatim Akses Program Prioritas Khofifah - Emil: 10.000 RTLH dan Listrik untuk Seluruh Jatim Rampung

Dari sembilan bakti yang dirancang (Nawa Bhakti Satya), Jatim Akses menjadi salah satu prioritasnya membangun Jatim dalam mensejahterakan masyarakat.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
foto: humas pemprov jatim
HUMAS PEMPROV JATIM JATIM AKSES - Jatim Akses menjadi salah satu prioritas Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak membangun Jatim dalam menyejahterakan masyarakat. Gubernur saat Khofifah sidak kondisi infrastruktur jalan. 

DALAM setahun kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menakhodai Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), banyak terobosan gagasan hingga implementasi program.

Sinergi dengan pemerintah pusat lewat kementerian, lembaga vertikal maupun horizontal, terus dijaga oleh kedua pemimpin millenial di Jatim ini.

Dari sembilan bakti yang dirancang (Nawa Bhakti Satya), Jatim Akses menjadi salah satu prioritasnya membangun Jatim dalam mensejahterakan masyarakat.

Khusus untuk Jatim Akses, Gubernur Khofifah berjanji menyediakan hunian layak dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Hal tersebut telah diwujudkan lewat program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

Bekerjasama dengan Kodam/V Brawijaya dan Lantamal V, program ini ditambahi fasilitas jambanisasi.

“Dengan adanya penambahan jamban dan elektrifikasi akan menjadi tolak ukur layak atau tidaknya rumah tersebut untuk ditinggali,” ujar Gubernur Khofifah.

Untuk program RTLH yang bekerjasama dengan Kodam/V Brawijaya telah merenovasi 138.945 unit rumah. Sedang kerjasama dengan Lantamal V mencapai 6.220 unit rumah.

Pemprov Jatim menargetkan pada 2020 program ini menyelesaikan 10.000 unit RTLH.

Sementara untuk jambanisasi, pada 2019 telah diselesaikan 500 unit dan ditargetkan bertambah hingga 800 unit jamban pada 2020.

Tak hanya RTLH, Gubernur Khofifah berharap pada 2020 di seluruh wilayah Jatim dapat teraliri listrik, utamanya listrik berbasis rumah tangga.

Secara nasional, penerangan untuk seluruh wilayah Indonesia dirancang rampung teraliri listrik hingga 2024 seperti tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Sedangkan untuk wilayah Jatim, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemprov Jatim menetapkan kelar pada 2020.

“Kita berharap di tahun 2022 seluruh Jatim sudah terlistriki semua. Tetapi kita ingin melakukan percepatan. Kalau basis rumah tangga, kita berharap 2020 sudah selesai semua,” ujar Khofifah saat meresmikan PLTD Raas dan PLTS 8 Pulau di Kabupaten Sumenep, akhir November 2019.

Gubernur Khofifah juga berkomitmen mengatasi kekeringan di musim kemarau tak hanya dalam bentuk penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved