Berita Kampus Surabaya
Mahasiswa Culinary Business UC Surabaya Buka Restoran Jepang "Hachi-Bara" di Kampusnya
Mahasiswa semester 6 jurusan Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya membuka restoran Jepang Hachi-Bara di kampus mereka, Rabu (5/2/2020).
Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswa semester 6 jurusan Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya membuka restoran Jepang Hachi-Bara di kampus mereka, Rabu (5/2/2020).
Launching restoran Hachi-Bara ini sejak 29 Januari 2020 bagian dari praktik mata kuliah Food and Beverage Bisnis Creation.
Segala konsep mulai dari dekorasi, makanan, hingga packaging, mahasiswa berkesempatan mengatur dan mengelola secara mandiri.
"Kami memberi waktu mahasiswa dalam menentukan ide, servis, manajemen restoran, hingga menu semuanya dari mahasiswa," kata Liliana Natadjaja selaku dosen dan pembimbing jurusan Culinary Business.
41 mahasiswa yang praktik dengan berbagai jobdesk yang berbeda, mendapat penilaian dari dosen pembimbing melalui berbagai aspek selama praktik ini berlangsung.
"Penilaiannya sangat banyak sekali, contoh diservis bagaimana attitudenya, bagaimana masakan yang dihidangkan apakah konsisten atau tidak, dan masih banyak penilaian lainnya," sambung Liliana Natadjaja.
Mereka buka dari hari Rabu hingga Jumat mulai pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore, khusus hari kamis buka mulai pukul 10 pagi karena mereka ada kuliah pagi.
"Kami menghabiskan 200 juta untuk open resto ini, kami diberi waktu 2 bulan, aktifnya 21 hari, kami dituntut harus mempunyai satu menu baru setiap minggu agar pengunjung tidak merasa bosan" kata Stevanus Daniel Wirawan selaku General Manager Hachi-Bara.
"Konsep Jepang ini kami pilih karena alasan mendobrak market Jepang yang ada di UC karena makanan sedang di gemari terutama oleh mahasiswa," imbuhnya.
Hachi-Bara ini merupakan resto jepang yang memiliki menu dengan harga yang sangat terjangkau.
"Kami beri harga maksimal 35 ribu untuk menu salmon mentai, ya itupun karena harga ikan salmon mahal, selain menu itu harga semua dibawahnya," kata Daniel.
Dilain sisi, para mahasiswa sempat merasa kesulitan dalam hal menentukan ide dan packaging karena totalitas yang ingin mereka tunjukan.
"Memang awal kami merasa kesulitan saat menentukan ide jepang ini, akan seperti apa dan bagaimana sampai packagingnya seperti apa," kata Daniel.
"Tapi karena kami selalu berkomunikasi dan mencari solusi bersama, kami berhasil melewatinya, dan inilah konsep dari kami," kata Daniel dengan bangga.
Mahasiswa mengaku sangat senang karena dapat mencicipi dunia bisnis dengan langsung terjun bekerja dalam membuat dan mengkonsep resto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pelanggan-erris-kiri-dan-feliamenikmati-makan-siang-bersama-di-hachi-bara.jpg)