Persebaya Surabaya

Tujuh Tahun Dibentuk, Bonek Segoro Kidul Tulungagung Tak Lelah Menebar Kebaikan

Semula tujuan awal dibentuknya BSKT sebagai wadah bersama menebar kebaikan. Sebab, di Tulungagung kala itu belum ada komunitas yang menaungi Bonek.

Foto Istimewa Bonek Segoro Kidul Tulungagung (BSKT)
Bonek Segoro Kidul Tulungagung (BSKT) saat melakukan aksi sosial di Kota Tulungagung 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Tumbuh berkembang di daerah yang bukan "home base" utama Persebaya (Surabaya), bukan perkara mudah bagi Bonek Segoro Kidul Tulungagung (BSKT) untuk bisa terus aktif dan eksis menebarkan kebaikan.

Berkat tekad dan kemauan kuat, BSKT akhirnya bisa terus eksis hingga usianya saat ini memasuki tahun ketujuh.

Rio Agustino, koordinator BSKT bercerita, semula tujuan awal dibentuknya BSKT murni sebagai wadah bersama menebar kebaikan.

Sebab, di Tulungagung kala itu belum ada komunitas yang menaungi teman-teman Bonek.

Butuh waktu empat tahun untuk akhirnya sepakat mendirikan BSKT.

Semula hanya segelintir Bonek yang suka menyaksikan Persebaya secara mandiri sering kumpul sejak 2010.

Empat tahun berselang, baru terbesit keinginan membentuk wadah bersama, yaitu BSKT.

“Dengan berjalannya waktu, anggota mulai banyak dan di tahun 2014 BSKT sepakat diresmikan. Peresmian juga dihadiri beberapa pentolan Bonek dari Surabaya,” ucap Rio, Senin (3/2/2020).

Sebagai wadah bersama, dijelaskan Rio, BSKT welcome terhadap Bonek dari berbagai usia dan golongan.

Di banyak waktu, BSKT banyak melakukan aktivitas di lingkungan markas utamanya, daerah Ketanon, Tulungagung.

Halaman
12
Penulis: Khairul Amin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved