Senin, 13 April 2026

Berita Tulungagung

Pedagang TPS Pasar Ngunut Tulungagung Mengeluh Sepi Pembeli

Para pedagang pasar Ngunut yang direlokasi sementara ke bekas bangunan pasar hewan, mengeluh sepi pembeli hingga pendapatan menurun drastis.

Penulis: David Yohanes | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/david yohanes
TPS Pasar Ngunut di bekas Pasar Hewan Bendilwungu, Kecamatan Ngunut. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Para pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Ngunut mulai berjualan sejak 6 Januari 2020.

Mereka adalah para pedagang korban kebakaran Pasar Ngunut yang direlokasi sementara agar bisa berjualan lagi.

Namun hampir satu bulan berjualan di bekas Pasar Hewan Desa Kaliwungu ini, pedagang masih kesulitan mendapatkan pembeli.

Banyak di antara pedagang yang memilih menutup kios karena tidak ada pembeli sama sekali.

Sebelumnya para pedagang ini juga harus mengeluarkan dana masing-masing sekitar Rp 2.000.000, untuk membuat lapak.

Sebab Pemkab Tulungagung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar hanya menyediakan los dengan atap galvalum.

Pedagang harus membuat sekat untuk memisahkan masing-masing lapak, serta membuat pintu untuk mengamankan barang dagangannya.

Selain itu para pedagang juga harus membuat rak barang menyesuaikan jenis dagangannya.

Seorang pedagang bernama Kartini mengatakan, pasar masih sangat sepi.

Dulu di pasar lama, setiap hari Kartini mengaku bisa mengantongi keuntungan Rp 100.000 hingga Rp 200.000.

Namun kini untuk mendapatkan Rp 50.000 per hari pun sangat sulit.

“Kalau Rp 50.000 mungkin bisa dapat, tapi gak semudah dulu,” ujar Kartini.

Lokasi kios milik Kartini memang berada di bagian tepi, menghadap ke akses pasar.

Letaknya mudah dilihat oleh pengunjung pasar.

Banyak kios-kios lain di bagian dalam memilih tidak buka, karena setiap hari tidak ada yang beli.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved