Fashion

Terinspirasi Peradaban Islam, Laksmi Kenalkan Busana Wedding Syar'i

Laksmi Kebaya Muslimah & Islamic Wedding Service kembali memperkenalkan busana pengantin yang mengusung konsep syar'i

Terinspirasi Peradaban Islam, Laksmi Kenalkan Busana Wedding Syar'i
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Model mengenakan busana wedding syari yang terinspirasi kejayaan Islam masa Ottoman Turki koleksi Laksmi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah meluncurkan 'Hijrah Series' Minggu (24/11/2019) lalu, Laksmi Kebaya Muslimah & Islamic Wedding Service kembali memperkenalkan busana pengantin yang mengusung konsep syar'i.

Kali ini, mereka mengangkat tema 'History of Ottoman Empire' atau 'Sejarah Kekaisaran Ottoman'. Tema ini terinspirasi dari peradaban Islam di dunia.

"Selama beberapa bulan terakhir, saya banyak belajar tentang sejarah Islam. Ternyata Islam bukan sekadar agama, melainkan peradaban yang dilihat secara lebih kompleks," ungkap Nur Aini Madjid, owner Laksmi Kebaya Muslimah & Islamic Bride, Kamis (30/1/2020).

Nungky, sapaan akrabnya, menuturkan, peradaban Islam pernah berjaya selama 13 abad. Ditandai dengan keruntuhan Ottoman Turki pada 1924.

Sejarah peradaban Islam ini pun ia tuangkan ke dalam 12 busana pengantin syar'i yang akan resmi di-launching pada Sabtu (1/2/2020) besok.

"Saya banyak terinspirasi dari busana kerajaan Islam di Turki, seperti penutup kepala yang biasa dikenakan Muhammad Al Fatih (penguasa Utsmani ketujuh dan berkuasa pada 1444-1446 dan 1451-1481," kata Nungky.

Dulu, lanjutnya, Muhammad Al Fatih mengenakan penutup kepala atau yang biasa dikenal sorban atau imamah.

"Selain menutup kepala, kain sepanjang lima meter ini juga digunakan sebagai sajadah. Dalam koleksi kali ini, saya juga menghadirkan sorban atau imamah ini," urainya.

Sementara untuk pengantin wanita, ia menghadirkan gaun tanpa lekuk dengan warna ombre atau gradasi.

"Pada bagian atas, saya beri warna terang. Semakin ke bawah semakin gelap. Ini merupakan simbol meredupnya kejayaan Islam," terang Nungky.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved