Pilkada Surabaya 2020

Wawancara Eksklusif Dengan Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (Bag.1)

Machfud Arifin mendapat dukungan dari banyak partai untuk maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya 2020. Inilah wawancara eksklusif dengannya

Wawancara Eksklusif Dengan Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin (Bag.1)
surya.co.id/ahmad zaimul haq
Bakal Calon Wali Kota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (tengah) memberikan sambutan usai deklarasi di Machfud Arifin Center, Minggu (26/1/2020), Kelima partai adalah PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP resmi mengusung mantan Kapolda Jatim itu untuk maju pada Pilwali 2020. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mendapat dukungan dari banyak partai untuk maju dalam kontestasi Pilwali Surabaya yang akan digelar pada 23 September 2020 mendatang.

Setidaknya, sudah ada 4 partai yang terang-terangan menyatakan dukungan untuk Machfud Arifin. Empat partai itu adalah PAN, PKB, Gerindra, dan Demokrat.  

Seberapa kuat sebenarnya sosok mantan Kapolda Maluku Utara dan Kapolda Kalimantan Selatan dalam kontestasi Pilwali ini. Berikut wawancara ekslusif wartawan Harian Surya, Faiq Nuraini.

Pertanyaan banyak orang, kenapa rela turun kelas demi berebut sekelas kursi wali kota Surabaya sebagai penerus Risma? 

Memang level Kapolda adalah gubernur, kajati, atau Pangdam. Tapi menjadi kepala daerah sekarang bukan seperti zaman dulu. Kalau ingin jadi gubernur jadi Pangdam dulu. Ini konteksnya demokrasi, rakyatlah penentunya. Ini konteksnya mencari sosok pemimpin.

Artinya, tidak ada hubungannya dengan grade menurun? 

Tidak ada hubungannya dengan turun kelas. Ini perkara pertarungan sosok di mata rakyat langsung. Nek Calon pemimpin elek-elek sopo gelem Milih (kalau calon pemimpin jelek-jelek, siapa yang mau memilih?). Biar jendral kalau tidak punya nilai, tidak mungkin dipilih. 

Apa yang mendorong Anda sehingga belakangan muncul sebagai jawaban keresahan calon wali kota dari sejumlah partai? 

Saya profesional. Jadi polisi kemudian pangkat jendral dan menjabat Kapolda Jatim sampai pensiun di tanah kelahiran. Saya Bersyukur atas capaian ini. Tapi saya paling gatal melihat sesuatu bukan pada porsinya. Termasuk Kota Surabaya.

Contohnya? 

Halaman
123
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved