Kasus Investasi Bodong Memiles

Wanita ini Berpotensi Tersangka Ke-6 Kasus Investasi Bodong Memiles, Pejabat di PT Kam and Kam

Penyidik Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa seorang perempuan diduga sebagai saksi penting dalam kasus investasi Memiles.

Wanita ini Berpotensi Tersangka Ke-6 Kasus Investasi Bodong Memiles, Pejabat di PT Kam and Kam
surya.co.id/luhur pambudi
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan memberi penjelasan terkait perkembangan kasus investasi bodong Memiles di Mapolda Jatim, Kamis (23/1/2020). Penyidik mendalami pemeriksaan seorang wanita berinisial M sebagai saksi dan kemungkinan bisa berubah menjadi tersangka. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com (grup surya,co.id)  Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyidik Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa seorang perempuan diduga sebagai saksi penting dalam kasus investasi Memiles PT Kam and Kam, Kamis (23/1/2020).

Wanita berinisial M, ini merupakan satu di antara petinggi perusahaan, bertugas sebagai bendahara.

Ia diduga memahami betul keseluruhan jumlah keuangan perusahaan dan mekanisme penggunaannya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut bahwa M merupakan saksi kunci dalam melacak keuangan perusahaan tersebut.

Termasuk memahami seluk-beluk kemana aliran dana miliaran itu  dari rekening utama PT Kam and Kam bermuara ke enam rekening pribadi lima orang petinggi perusahaan yang telah berstatus tersangka.

"Keluarnya untuk reward, kepentingan pribadi atau untuk belanja, dan lain lain," ujarnya Luki di depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim, Kamis (23/1/2020).

Dia menegaskan, kasus ini akan terus bergulir  dan diperkirakan pemenuhan berkas ke Kejaksaan Tinggi bakal rampung hingga akhir bulan Januari 2020.

"Sudah 80 persen Insya Allah akhir bulan kasus ini akan dikirim tahap 1," jelasnya.

Mengingat begitu krusialnya peran M, ungkap Luki, wanita itu tak menutup kemungkinan bakal menjadi tersangka keenam dari kasus investasi bodong yang merugikan 264.000 member dengan total kerugian  Rp 761 milliar.

"Potensi ada, kami masih dalami sekarang," tegasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved