Berita Gresik

Respons Disparbud Gresik soal Disebut Kurang Gereget dalam Promosikan  Wisata Desa

Promosi desa wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) disebut kalah jauh dibanding milik pemerintah Desa.

Penulis: Willy Abraham | Editor: Parmin
foto: istimewa
Promosi desa wisata Setigi oleh Pemerintah Desa setempat. 

SURYA.co.id | GRESIK -Promosi desa wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) disebut kalah jauh dibanding milik pemerintah Desa.

Menurut informasi yang dihimpun, promosi wisata desa milik Disparbud di website.

Contoh, promosi wisata desa di Sekapuk yaitu Setigi. Hanya menampilkan dua foto saja.

Itu pun saat belum dibangun sempurna alias tidak seperti kondisi wisata saat ini yang sudah diresmikan awal tahun 2020.

Kemudian, di aplikasi Sipatu milik Disparbud Gresik. Sejumlah kategori wisata baik alam maupun buatan ada disana.

Hanya, foto yang diunggah terkesan kurang update. Contoh, wisata Muara Bengawan Solo di Desa Pangkahwetan.

Di aplikasi tersebut, hanya mengunggah foto wisata Mangrove MBS.

Padahal, wisata ekosistem Mangrove tersebut sudah ditutup dan diganti dengan wisata MBS yang berbasis kuliner dengan produk unggulan ikan hasil tangkapan nelayan desa yang bisa dimasak sendiri oleh pengunjung.

Nah, sedangkan bentuk promosi wisata milik desa setempat jauh meninggalkan promosi Disparbud.

Selain lebih update, juga melek teknologi. Memanfaatkan, aplikasi dan media sosial.

Akun medsos, Disparbud di aplikasi instagram yang telah diunduh jutaan pengguna medsos juga tidak ada.

Pencarian menggunakan hastag #disparbud kurang dari 100. Jumlahnya hanya sembilan foto, itu pun acara.

Sedangkan, Setigi memiliki akun instagram dan telah memiliki pengikut sebanyak 859 akun.

Dibandingkan dengan menggunakan hashtag #setigi jumlah pencariannya jauh lebih banyak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved