Berita Pasuruan

Kentongan, Alat Komunikasi Tanda Bahaya yang Ngehits Lagi di Desa Kayukebek Kabupaten Pasuruan

Kurang lebih 300 penduduk di Desa ini, rumahnya sudah dilengkapi kentongan. Kentongan ini bisa digunakan ketika ada bahaya yang sedang terjadi.

Kentongan, Alat Komunikasi Tanda Bahaya yang Ngehits Lagi di Desa Kayukebek Kabupaten Pasuruan
surya.co.id/galih lintartika
Suasana launching Desa Kentongan Polres Pasuruan yang digelar di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Rabu (22/1/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kentongan, alat tradisional kembali menjadi alarm untuk warga Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Alarm yang dimaksud adalah menjadi tanda bahaya yang sedang terjadi.

Itu setelah dilaunchingnya Desa Kentongan Polres Pasuruan.

Kurang lebih 300 penduduk di Desa ini, rumahnya sudah dilengkapi kentongan.

Kentongan ini bisa digunakan ketika ada bahaya yang sedang terjadi.

Dalam hal ini, ada enam kategori atau perkara yang dianggap bahaya.

Di antaranya adalah pembunuhan, pencurian, kebakaran, bencana alam, pencurian hewan dan tanda aman.

Kapolsek Nongkojajar AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, masing-masing tanda bahaya ini memiliki cara tersendiri.

Artinya, pukulan kentongan sebagai tanda terjadinya pencurian, pembunuhan atau bencana alam ini berbeda, dan tidak sama.

"Jadi berbeda. Misal untuk pembunuhan, pukul kentongannya satu kali, pencurian pukulan kentongannya dua kali, dan sejenisnya. Itu tanda," katanya.

Dia menjelaskan, harapannya, dengan kentongan ini masyarakat Desa Kayukebek bisa mendeteksi dini jika ada kejadian.

Jadi, tidak terlambat dalam memberikan penanganan.

Semisal, ada kebakaran, korban yang rumahnya kebakaran ini diharapkan bisa segera memukul kentongannya.

Kata dia, itu tanda untuk menginformasikan sedang ada yang membutuhkan pertolongan.

"Mudah- mudahan ini bisa membantu dan mengurangi keterlambatan dalam menangani suatu bahaya. Ini adalah salah satu upaya untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan desa tanggap bencana," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved