Kilas Balik

Kehebatan John Lie, Perwira TNI AL Berjuluk 'Hantu Selat Malaka' yang Ahli Menyelundupkan Senjata

Simak cerita Kehebatan John Lie, Perwira TNI AL Berjuluk 'Hantu Selat Malaka' yang Ahli Menyelundupkan Senjata untuk perjuangan NKRI

Kolase Dispenal TNI AL/istimewa dan Youtube Official NET News
Kehebatan John Lie, Perwira TNI AL Berjuluk 'Hantu Selat Malaka' yang Ahli Menyelundupkan Senjata 

Saat itulah cerita legendaris suksesnya John Lie lolos dari kepungan Belanda untuk menyelundupkan senjata dimulai.

Pada Oktober 1947, John Lie mencatat "The Outlaw" memuat perlengkapan militer berupa senjata semi otomatis, ribuan butir peluru dan perbekalan dari salah satu pulau di Selat Johor ke Sumatera.

Namun, saat kapal tengah berada di Labuan Bilik, pesawat Belanda terlihat terbang rendah mengitari pelabuhan.

Pesawat tersebut meminta "The Outlaw" meninggalkan pelabuhan. John Lie yang enggan meninggalkan pelabuhan, beralasan kapal sedang kandas dan tidak bisa ke mana-mana.

Pesawat Belanda lantas mengarahkan dua senapan mesin melalui dua juru senjatanya ke arah "The Outlaw".

Namun, usai memutar dan agak menukik, pesawat Belanda justru meninggalkan "The Outlaw". John Lie masuk ke kabin kemudian berlutut.

Ia berdoa, mengucap syukur atas kemurahan dan kasih Tuhan, "The Outlaw" menjadi berwibawa di hadapan juru tembak pesawat yang memutuskan pergi.

Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang dikenal John Lie. Ia adalah pejuang keturunan Tionghoa yang dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana oleh pemerintah Indonesia.
Laksamana Muda TNI Jahja Daniel Dharma atau yang dikenal John Lie. Ia adalah pejuang keturunan Tionghoa yang dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana oleh pemerintah Indonesia. (Dispenal TNI AL/istimewa)

Belakangan, diketahui pesawat Belanda itu pergi karena menipisnya bahan bakar. Misi pertama John Lie pun sukses.

Ia bersama 22 awak kapalnya membongkar muatan senjata dan amunisi dan diserahkan ke Bupati Usman Effendi serta komandan pejuang setempat, Abu Salam.

Pada Agustus 1949, "The Outlaw" menjalani perbaikan total dengan naik galangan atau docking di Penang.

Halaman
1234
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved