Berita Ekonomi Bisnis

Manulife Bidik Pengunjung Mal dengan Kantor Baru di Pakuwon Tower Surabaya

Perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia atau Manulife Indonesia meresmikan kantor barunya di gedung Pakuwon Tower, TP Surabaya.

Manulife Bidik Pengunjung Mal dengan Kantor Baru di Pakuwon Tower Surabaya
surya.co.id/sri handi lestari
Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia (dua dari kiri) didampingi Hans de Waal bersama John Curtis dan Jeffrey Kie meresmpikan kantor baru di gedung Pakuwon Center, Rabu (15/1/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia atau Manulife Indonesia meresmikan kantor barunya di gedung Pakuwon Tower, areal Plaza Tunjungan (TP), kawasan Jalan Embong Malang, Surabaya.

Peresmian yang digelar Rabu (15/1/2020) itu dilakukan di tiga lantai secara bergantian.

Yaitu di lantai LG (Lower Ground) untuk areal customer service, lantai 28 untuk area pelayanan nasabah, management dan para agen, kemudian lantai 29 untuk ruang training.

Ryan Charland, President Director & CEO Manulife Indonesia, disela acara mengatakan, dengan kantor baru ini, pihaknya optimis bisa meningkatkan kinerja Manulife yang lebih baik.

"Selain kantor baru kami juga luncurkan inovasi layanan berbasis teknologi. Ini yang kami siapkan sebagai langkah awal tahun 2020 untuk meningkatkan kinerja kami," kata Ryan Charland.

Inovasi berbasis teknologi tersebut adalah saluran baru pembayaran premi, mengubah tampilan notifikasi surat koresponden kepada nasabah.

Termasuk juga melengkapi para tenaga pemasar atau agen dengan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan nasabah akan respons yang cepat, tepat, dan real time.

"Inovasi ini sangat sejalan dengan visi misi perusahaan untuk terus membantu masyarakat membuat keputusan lebih mudah, serta hidup lebih baik," ujar Ryan Charland.

Layanan digital tersebut merupakan online payment untuk nasabah. Menurut Hans de Waal, Director & Chief Operating Officer Manulife Indonesia, berdasarkan survey yang dilakukan Google Indonesia pada tahun 2018 lalu, meningkatnya waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia secara online dan meningkatnya pengaruh keterlibatan online terhadap keputusan pembelian yang mereka buat tercermin dari 68 persen.

"Angka itu dari mereka yang tergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian yang ada dilakukan," jelas Hans de Waal.

Halaman
12
Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved