Senin, 18 Mei 2026

Sambut Imlek, Batik Danar Hadi Kombinasikan Budaya Tiongkok dan Nusantara Dalam Busana

"Untuk koleksi Imlek kali ini, kami menggabungkan dua kebudayaan, yakni kebudayaan Tiongkok dan tradisional Indonesia," ungkap Dedy Darmawan

Tayang:
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Model memeragakan busana koleksi Batik Danar Hadi bertema Eastern Light khusus Chinese New Year (Imlek) di Rumah Batik Danar Hadi, Jln Diponegoro, Selasa (14/1). Tema Eastern Light menampilkan motif benji mix garis atau motif mozaik bunga dengan sentuhan oriental pada warna cerah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menyambut Tahun Baru Imlek 2020, Batik Danar Hadi meluncurkan 20 koleksi busana terbarunya, Selasa (14/1/2020).

Berlokasi di rumah Batik Danar Hadi Jalan Diponegoro 184 Surabaya, sederet busana tersebut diluncurkan dengan tema 'Eastern Light'.

Berbagai busana ready to wear yang casual menjadi andalan Batik Danar Hadi kali ini, seperti busana outer bermotif keramik Cina dan lurik serta garis, atau encim berwarna-warni yang dipadukan dengan jarik.

Konsep berbeda memang sengaja ditawarkan oleh Batik Danar Hadi. Kini, model busana berkerah Shanghai, tidak menjadi acuan dalam menghadirkan busana.

"Untuk koleksi Imlek kali ini, kami menggabungkan dua kebudayaan, yakni kebudayaan Tiongkok dan tradisional Indonesia," ungkap Dedy Darmawan, branch manager Batik Danar Hadi Surabaya.

Motif-motif khas Imlek, seperti banji yang memiliki pola berbentuk silang yang diberi tambahan garis pada bagian ujungnya dengan gaya yang melingkar ke kiri dan ke kanan, menjadi ikon koleksi kali ini.

Motif tersebut dipadukan dengan batik pesisir Jawa, seperti batik Cirebon dengan motif mega mendung yang khas serta batik Pekalongan yang banyak menghadirkan motif floral.

Setelan busana juga diberikan unsur keramik Cina yang dipadukan dengan lurik serta motif garis-garis.

Tak hanya itu, untuk ecim, misalnya, motif bordir yang dihadirkan juga tidak terpaku pada floral. Melainkan mengarah ke motif-motif keramik khas Tiongkok.

"Kami ingin memperkenalkan busana Imlek yang berbeda dari yang lain. Warna-warna yang kami usung pun beragam. Ada merah, biru, hijau, dan sebagainya," ungkap Dedy.

Ia melanjutkan, hal ini berbeda dengan koleksi Batik Danar Hadi sebelumnya yang didominasi warga-warna sogan.

"Kami juga ingin menyasar anak muda. Oleh karena itu, kami pilih warna-warna yang cerah. Motif batik yang kami usung juga berwarna cerah," ia memaparkan.

Lebih lanjut ia mengatakan, koleksi busana CNY kali ini dirancang lebih casual dan elegan sehingga bisa dikenakan dalam kegiatan sehari-hari sampai acara resmi.

"Tahun ini kami mencoba warna-warna seperti ini dengan segmentasi anak muda mulai usia 22 tahun sampai ibu-ibu muda usia 40 tahunan," kata Dedy.

Batik, lanjutnya, menjadi busana yang kerap dikenakan dalam perayaan Imlek. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya ingin memberikan busana batik yang berbeda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved