Berita Nganjuk

Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api Logawa saat Mau Melintasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Nganjuk

Kereta Api Logawa Relasi Purwokerto - Surabaya Gubeng tertemper mobil Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang pintu Kilometer 105+716 tepatnya di du

Mobil Avanza Ditabrak Kereta Api Logawa saat Mau Melintasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Nganjuk
Istimewa KAI
Kondisi mobil Toyota Avanza setelah bember tertabrak KA Logawa di perlintasan tanpa palang pintu di Kelurahan Warujayeng Kecamatan Warujayeng Kabupaten Nganjuk 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Kereta Api Logawa Relasi Purwokerto - Surabaya Gubeng tertemper mobil Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang pintu Kilometer 105+716 tepatnya di dusun Bulakrejo Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Minggu (12/1/2020).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian mobil Toyota Avanza nopol AG 1538 VX yang disopiri Adam Purwanto (57) warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tertemper KA Logawa bernomor Lokomotif CC 2018326 tersebut.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, KA Logawa setelah tertemper mobil Toyota Avanza behenti luar biasa di stasiun Baron untuk melakukan pengecekan sarana rangkaian dan menyerahkan laporan kejadian. Dan KA dilakukan pengecekan ulang di Stasiun Kertosono dan dinyatakan baik.

"KA Logawa melanjutkan perjalananya menuju ke Stasiun tujuan Surabaya Gubeng. Dan mobil Toyota Avanza yang tertemper KA sudah langsung dievakuasi ke tempat aman, kerugian materiil saja," kata Ixfan, Minggu (12/1/2020).

Atas Kejadian tersebut, menurut Ixfan, pihaknya mengharapkan pengendara berperilaku disiplin dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, khususnya di perlintasan KA tanpa palang pintu. Pengendara wajib ikuti aturan yang berlaku yaitu pada saat di perlintasan KA harus berhenti di rambu tanda stop, kemudian tengok kiri - kanan. "Apabila telah yakin aman baru bisa melintas. Disini pengendara harus dahulukan perjalanan KA," ucap Ixfan.

Dikatakan Ixfan, palang pintu, sirine, dan penjaga perlintasan hanyalah sebagai alat bantu keamanan dan keselamatan. Ini dikarenakan lat utama keselamatan ada pada rambu-rambu lalu lintas bertanda stop. "Rambu tanda stop itu yang sering diabaikan pengendara sehingga terjadilah temperan KA di perlintasan," ucap Ixfan.

Sementara Panit Lantas Polsek Warujayeng Polres Nganjuk, Ipda Imran Rosyidi membenarkan kejadian kecelakaan tersebut. Menurutnya, kejadian berawal ketika kendaraan Toyota Avanza melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampai di perlintasan rel kereta api, ada kereta ke 1 dari arah timur ke barat dan bersamaan ada kereta ke 2 yakni Kereta Api Logawa dari arah barat ke timur. Karena mobil berhenti terlalu kedepan dan bemper mobil sudah di atas rel bagian selatan. Seiring datangnya Kereta Api Logawa melaju dengan kecepatan tinggi dengan jarak yang sudah dekat, sehingga kecelakaan tidak dapat terelakkan.

"Kami lakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi serta mengumpulkan bukti-bukti. Dari hasil olah TKP sementara diindikasikan bahwa sopir Avanza lalai karena berhenti tidak mengambil jarak yang aman, bahkan sebagian badan kendaraan berada di atas rel KA. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut," kata Imran.

Meski demikian, tambah Imran, peristiwa itu patut menjadi pelajaran berharga bagi pengendara kendaraan. Semuanya harus benar-benar hati-hati saat lewat di perlintasan rel kereta api yang tidak berpalang.

"Lebih baik menunggu dari pada hal yang tidak diinginkan terjadi dan membuat celaka. Jika berhenti ambil jarak yang aman dari perlintasan KA," tutur Imran. (aru/Achmad Amru Muiz)

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved